Jazzercise, Cara Asyik Menyehatkan Fisik dan Mental

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Nickmatulhuda

    TEMPO/Nickmatulhuda

    TEMPO.CO, Jakarta - Tren di industri kebugaran selalu ada saja yang baru. Kita tentu belum lupa bagaimana latihan Zumba, lalu tergoda berlatih CrossFit seraya menunggu apa lagi yang akan muncul berikutnya.

    Kini, Jazzercise tengah digemari banyak pecinta latihan kebugaran. Padahal latihan ini tak bisa dibilang baru. Pasalnya,  Jane Fonda sudah mempopulerkan latihan sejenis pada era 1980-an, tapi belum diberi nama seperti sekarang, hanya latihan aerobik yang divideokan. Latihan serupa kini diberi titel Jazzercise Baru.

    Jazzercise siciptakan oleh Judy Sheppard pada 1969, saat menjadi mahasiswi di Northwestern University di Amerika Serikat. Awalnya ia mengajar aerobik biasa tapi banyak murid yang keluar karena latihan dinilai terlalu teknis. Ia pun memutuskan untuk mengubah latihan yang terlalu teknis menjadi menyenangkan dengan menggabungkan aerobik dan dansa. (bacaMartial Arts Cara Tya Ariestya Turunkan Berat Badan)

    Seperti apa Jazzercise itu? Kedengarannya memang seperti menggabungkan musik jazz dan latihan kebugaran. Pada awal diciptakan, Jazzercise memang seperti latihan aerobik dan digabungkan dengan tarian dan iringan musik. Kini, Jazzercise memasukkan banyak elemen yang berbeda.

    ADVERTISEMENT

    Seperti dilansir India Times, latihan menggabungkan latihan kekuatan dengan bebragai alat, misalnya dambel, untuk membantu para wanita membentuk otot dan massa tulang, serta memperbaiki metabolisme, yang membantu mereka menurunkan berat badan.

    Apa perbedaannya dengan Zumba? Satu hal yang menyamakan Zumba dan Jazzercise adalah gabungan latihan kebugaran dan tarian. Bedanya, Zumba berfokus pada kesehatan kardiovaskular sedangkan Jazzercise fokusmya plus latihan beban.

    Selain diklaim baik buat tubuh, Jazzercise juga diilai bagus buat mental. Setiap 10 minggu, instruktur akan mengganti gerakan dan dengan musik yang juga baru sehingga otak pun akan beradaptasi dan mempelajarinya. Mempelajari sesuatu yang baru sangat baik untuk memperbaiki daya ingat dan fungsi kognitif. (bacaKiat Menghindari Retak Tulang Kaki Akibat Olahraga Berat)

    PIPIT


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM Darurat vs PPKM Level 4: Beda Istilah Sama Rasa

    Instruksi Mendagri bahwa PPKM Level 4 adalah pemberlakukan pembatasan kegiatan di Jawa dan Bali yang disesuaikan dengan level situasi pandemi.