Mau Bercerai, Jawab Dulu 5 Pertanyaan untuk Diri Sendiri

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi perceraian. Guardian.co.uk

    Ilustrasi perceraian. Guardian.co.uk

    TEMPO.CO, Jakarta - Pasangan suami istri yang merasa kehidupan rumah tangganya tak harmonis kerap memilih bercerai untuk mengakhiri masalah. Perceraian seolah menjadi jalan keluar satu-satunya untuk menjawab sebagai persoalan dan masing-masing pasangan pada akhirnya memilih jalan hidup sendiri. Baca: Banyak Pasangan Kawin-Cerai, Apa Saja Penyebabnya?

    Sebelum mengucapkan kata cerai, sebaiknya pikirkan lagi apakah ini sekadar emosi yang memuncak atau memang menjadi bagian dari solusi. Musababnya, perceraian akan berdampak besar kepada masing-masing pasangan, terutama mereka yang sudah punya anak.

    Baca juga:
    Rujuk Setelah Gugat Cerai, Apa yang Harus Dilakukan?
    Shandy Aulia Curhat Soal Pernikahan, Selingkuh, dan Cerai

    Mengutip mediate.com, jawab dulu pertanyaan berikut sebelum Anda atau pasangan mengucap kata cerai:

    ADVERTISEMENT

    1. Apakah Anda masih menyayanginya?
    Pertanyaan pertama yang sangat penting sebelum memutuskan untuk bercerai adalah mencari tahu apakah pernikahan Anda masih dilandasi rasa sayang. Meski kasih sayang itu mulai memudar, tapi belum tentu hilang sepenuhnya.

    Terkadang orang yang memutuskan untuk bercerai sebenarnya masih memiliki perasaan sayang kepada pasangannya. Namun karena permasalahan lain dalam pernikahan mengurangi kedekatan atau rasa sayang itu sendiri. Pasangan yang masih sayang satu sama lain akan sulit menjalin hubungan yang baru di kemudian hari. Musababnya, ketika kasih sayang ini dianggap tak ada dan Anda terpisahkan, maka akan terasa sangat kehilangan.

    2. Ingin cerai atau sekadar berkonfrontasi?
    Komunikasi adalah kunci dalam semua hubungan, dan kerap terlupakan. Terkadang, bila komunikasi tidak berjalan dengan baik, maka Anda akan merasa marah, lelah, dan kesal. Emosi yang dirasakan dapat membuat keinginan untuk didengar dan menganggap ancaman untuk bercerai adalah satu-satunya cara untuk mendorong konfrontasi.

    Kondisi ini bisa berbahaya karena mengucap cerai berdasakan emosi atau amarah pasti akan menyesal di kemudian hari. Bila menyadari bahwa komunikasi tidak berjalan dengan baik, kamu bisa melakukan klarifikasi langsung tanpa perlu mengucap kata cerai atau mengancam akan bercerai.

    3. Apakah keinginan untuk bercerai karena emosi atau rasional?
    Keputusan yang diambil berdasarkan kondisi emosional sata itu akan berdampak lebih besar ketimbang keputusan yang diambil secara rasional. Keputusan yang diambil berlandaskan amarah tak akan mengakhiri permasalahan karena yang ada adalah perasaan bersalah akan terus menghantui. Tapi jangan juga membuat alasan sehingga perceraian seolah menjadi keputusan yang diambil berdasarkan akal sehat.

    4. Apakah sudah siap menghadapi dampak perceraian?
    Siapkan diri untuk menghadapi dampak emosional, psikologi, dan sosial dari perceraian. Keputusan untuk bercerai mengubah alur kehidupan seseorang, dan akan mengubah bagaimana Anda melalui hari. Sebab, perceraian bisa berakhir dengan permusuhan, namun bisa juga diakhiri secara baik-baik. Ada beberapa pasangan yang mengakhiri pernikahan, tetapi masih menganggap mantan suami/istri tersebut sebagai keluarga.

    Perceraian yang diakhiri oleh permusuhan bisa membuat Anda dipenuhi kemarahan. Secara psikologis, terus memikirkan mengenai hubungan yang bisa berakhir dengan sangat buruk, dan mengganggu hubungan selanjutnya. Secara sosial, pernikahan yang diakhiri dengan permusuhan seringkali membuat lingkaran pertemanan menjadi korban karena mereka dipaksa memilih antara Anda atau dia.

    5. Apakah kamu sudah memikirkan apa yang akan terjadi selanjutnya?
    Sebelum memutuskan untuk bercerai, tanyakan kepada diri sendiri semua kemungkinan yang terjadi selanjutnya, terutama soal pemenuhan kebutuhan hidup. Seseorang yang tidak mempersiapkan diri untuk apa yang terjadi setelah bercerai akan merasakan dampak yang lebih keras. Artikel terkait: Pasca Cerai, Apa yang Terberat Menurut Angelina Jolie?

    ASTARI PINASTHIKA SAROSA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Klaim Landai Angka Kasus Harian Covid-19, Angka itu Mengelabui Kita

    Pemerintah klaim kasus harian Covid-19 mulai melandai. Lalu mengapa pendiri LaporCovid-19 mengatakan bahwa angka itu tak ada artinya?