5 Kisah Perempuan yang Bertahan Pasca Perselingkuhan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pasangan putus/berpisah. Shutterstock

    Ilustrasi pasangan putus/berpisah. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Saat perselingkuhan terjadi dalam hubungan Anda, Anda hanya punya dua pilihan, bertahan atau memilih pergi.

    Dua-duanya pasti akan menyakitkan, tapi seiring waktu Anda akan menjadikan perselingkuhan itu pelajaran berharga.

    Bagi banyak pasangan, perselingkuhan adalah hal yang paling membuat mereka merasa hancur. Tapi, belakangan, memaafkan setelah perselingkuhan semakin sering terjadi.

    "Perselingkuhan dianggap sebagai proses untuk memperbaiki pemahaman mereka tentang diri mereka, pasangan mereka, dan mereka berdua," kata Dr. Ritu Trivdei-Purohit, seorang psikolog klinis, seperti dikutip dari womenshealthmag.com.

    ADVERTISEMENT

    Setiap orang akan mengalami berbagai hal setelah memafkan perselingkuhan. Pastinya bukan hal yang mudah untuk memulai kembali hubungan yang sudah hancur. (Baca:6 Pertanyaan Sensitif yang Wajib Diajukan ke Calon Suami )

    Berikut lima pengalaman wanita yang memilih memaafkan pasangannya yang selingkuh. Bukan hal yang mudah diterima dalam semalam untuk membangun kepercayaan kembali dari nol.

    1. Melakukan sesi terapi
    "Saya mengetahui pasangan selingkuh saat sedang membuka handphonenya. Saat itu saya sedang mencari foto kami berdua justru menemukan fakta adanya wanita lain," kata Shelly yang berusia 37 tahun.

    Pasangannya kemudian mengakui telah berselingkuh dengan wanita tersebut selama setahun terakhir. Hal pertama yang Shelly lakukan adalah menemui ahli yang dirasa bisa membantu masalahnya itu.

    Dia dan pasangan akhirnya sepakat menjalani sesi terapi seminggu sekali sampai akhirnya pasangannya bisa meninggalkan wanita lain tersebut. Sejak itu, Shelly mulai membangun kepercayaannya kembali.

    2. Berpisah sementara
    "Di sini saya yang beselingkuh, saya bertemu dengan selingkuhan ini di tempat bekerja. Tapi kemudian saya jujur kepada suami tentang semuanya. Saya berharap bisa kembali lagi seperti semula dengan suami," ungkap Judy, 33 tahun. (baca: 3 Jam Lagi, Waktunya Orang Selingkuh Lewat Facebook)

    Tapi suaminya terlalu kecewa sampai pergi dari rumah. Selama itu, Judy banyak bertanya kepada dirinya sendiri apa sebenarnya yang dia cari dan inginkan.

    Sementara itu, Judy dan suaminya berpisah hingga tiga bulan. Saat itu, Judy berpikir dirinya akan bercerai dengan sang suami. Tapi karena tekad memperbaiki diri, Judy menghubungi suaminya lagi dan membuat komitmen baru agar bisa kembali bersama.

    3. Kami sama-sama mengaku salah
    "Saya dan suami sama-sama berselingkuh. Kami sudah menikah 15 tahun, dan ini terjadi begitu saja. Sesuatu memang sudah rusak tapi bukan berarti tidak dapat diperbaiki," kaya Victoria P, 38 tahun.

    "Kami memutuskan bertahan karena tahu apa yang kami lakukan salah. Mungkin apa yang terjadi hanya luapan rasa jenuh dari hubungan yang sudah berjalan lama. Ternyata setelah sama-sama sadar akan kesalahan masing-masing hubungan kami menjadi lebih kuat dari sebelumnya".

    Selanjutnya: Cinta menyelamatkan hubungan?


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Terlalu Cepat Makan, Bisa Berbahaya

    PPKM level4 mulai diberlakukan. Pemerintah memberikan kelonggaran untuk Makan di tempat selama 20 menit.