Penggemar Es Krim Semakin Banyak, Apa Pilihan Mereka?

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi makan es krim. Shutterstock.com

    Ilustrasi makan es krim. Shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Konsumsi es krim untuk dessert atau camilan kini sedang naik daun di Cina

    Es krim tetap menjadi makanan musim panas yang populer bagi banyak penelitian. Salah satunya berdasarkan penelitian dari Mintel yang menunjukkan bahwa konsumsi makanan manis termasuk es krim terus meningkat.

    Survei tersebut dilakukan pada 3.000 pengguna internet di 3 kota berusia 20-49 tahun.

    Saat ini, setengah (49 persen) konsumen Cina perkotaan mengatakan bahwa mereka makan es krim di rumah sebagai camilan, dibandingkan dengan empat dari 10 (39 peren) yang mengatakan hal yang sama di tahun 2015.

    Baca juga:
    Kiat Menghindari Retak Tulang Kaki Akibat Olahraga Berat
    Sakit Mag, Pemicunya Bukan Cuma Telat Makan  
    Diet Mediterania Bagus Buat Ginjal

    Sementara itu, 39 persen konsumen Cina perkotaan melaporkan makan es Krim sebagai makanan penutup tahun ini, dibandingkan dengan lebih dari satu dari empat (28 persen) yang mengatakan hal yang sama dua tahun lalu.


    Pilihan yang lebih baik termasuk di antara fitur premium yang lebih populer; 59 persen konsumen Cina perkotaan bersedia membeli produk es krim yang memiliki klaim '100% alami / tidak aditif', terutama di antara pengguna es krim soft-serve (68 persen). Terlebih lagi, konsumen berusia 30-39 mengatakan mereka bersedia membayar lebih untuk produk '100% alami / tidak aditif' (65 persen dibandingkan dengan 59 persen konsumen secara keseluruhan).

    Cheryl Ni, analis Makanan dan Minuman di Mintel mengatakan konsumen Urban Cina lebih memperhatikan kesehatan mereka, sambil tetap mencari peluang untuk indulgensi, yang seharusnya tidak dikompromikan.

    "Mengingat fakta bahwa lebih banyak konsumen saat ini sedang makan es krim sebagai makanan ringan atau makanan penutup di rumah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, kotak berukuran keluarga atau penawaran multipack akan memiliki peluang lebih baik," ujarnya seperti dilansir dari siaran persnya.

    Selain itu,  es krim jjuga diposisikan sebagai 'makanan mood', yang memungkinkan konsumen - terutama generasi yang lebih muda - memliki kemampuan untuk menenangkan tekanan hidup saat mereka menikmati sajian sambil membayar harga premium untuknya. "

    Disebutkan juga bahwa konsumen Cina kota mengklaim makan es krim kemasan sebagai makanan ringan selama waktu senggang mereka, terutama yang berada di Shanghai (57 persen vs 49 persen konsumen secara keseluruhan).

    Pada kesempatan yang berbeda untuk makan es krim yang dibuat di tempat, konsumen di Shanghai menunjukkan minat yang lebih tinggi menikmatinya saat mereka nongkrong (54 persen, dibandingkan dengan total 47 persen) atau saat mereka menginginkan sesuatu yang manis. (41persen, dibandingkan total 34 persen). Ketika sampai di lokasi, tempat es krim, toko makanan penutup dan kedai kopi nampaknya merupakan tempat favorit mereka untuk makan es krim.


    Konsumen urban Cina muda berusia 20-24 sangat tertarik dengan fitur bernilai tambah, seperti 'wadah makanan yang enak' (42 persen), 'rasa / bentuk yang disesuaikan' (35 persen) dan 'kemasan inovatif '(33 persen). Produk dengan klaim label bersih dan nutrisi tambahan akan mendorong perdagangan dalam kategori ini. Sementara itu, versi yang lebih sehat tidak boleh berkompromi untuk kesenangan, terutama untuk konsumen Cina kelas satu.

    "Eskrim juga kini bukan lagi sebagai alternatif minuman pendingin, tapi merupakan jenis makanan yang merawat sekaligus memanjakan yang bisa membawa kenikmatan dan kebahagiaan. Konsumen kelas satu di perkotaan juga lebih menyukai versi es krim yang sehat, namun mereka tidak ingin berkompromi dengan kenikmatan, dan inilah mengapa produsen harus mengoptimalkan resep untuk mencapai keseimbangan keduanya "Cheryl menyimpulkan.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Menang di Basis Nahdlatul Ulama di Jawa Tengah dan Timur

    Jawa Tengah dan Jawa Timur, yang nota bene lumbung Nahdlatul Ulama, menjadi tempat Joko Widodo dan Ma'ruf Amin memanen suara dalam Pilpres 2019.