Selasa, 23 Oktober 2018

Pijat Hilangkan Rasa Lelah dan Stres, Ada Bahayanya?

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi lulur green tea. Shutterstock

    Ilustrasi lulur green tea. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Pijat adalah salah satu cara menyenangkan yang dipilih orang untuk relaksasi, menghilangkan rasa lelah, pegal-pegal, dan stres sehingga diklaim baik buat fisik dan mental. Akan tetapi jangan sembarangan dipijat. Lebih baik pahami dulu apa sebenarnya tujuan kita dipijat.

    Seperti dilansir laman asikdrmanny, ada beberapa macam terapi pijat dan masing-masing bisa membantu mengatasi masalah yang berbeda. Pijat dapat digunakan sebagai terapi untuk:

    *Relaksasi
    *Mengatasi cedera
    *Pengobatan untuk penyakit yang sudah berlangsung lama
    *Melawan stres dan kegelisahan
    *Memperbaiki sirkulasi darah
    *Masalah tidur

    Meski manfaat pijat sudah diketahui banyak orang, tak ada salahnya bila kita juga mengatahui sisi negatifnya. Karena itu, ada baiknya untuk meminta saran medis dulu sebelum memutuskan memilih jenis pijat.

    Baca juga:
    Usia Paling Rentan Nyeri Punggung dan Apa Saja Penyebabnya
    Martial Arts Cara Tya Ariestya Turunkan Berat Badan
    Gejala Kanker Tiroid Selain Benjolan di Leher

    Kadang pijat juga terasa menyakitkan, biasanya di bagian tubuh tertentu. Pijat olahraga dan jaringan dalam, misalnya, membutuhkan tenaga yang lebih besar karena dirancang untuk mencapai sasaran tertentu.

    Pijat jaringan dalam bertujuan untuk memperbaiki jaringan di bawah kulit agar berfungsi lebih baik. Pijat olahraga bertujuan untuk membuang racun, memperbaiki fleksibilitas persendian, dan mengurangi risiko cedera saat latihan.

    Buat mereka yang rentan mengalami penggumpalan darah, kedua jenis pijat ini akan terasa sangat menyakitkan dan bisa mengakibatkan masala serius. Pasalnya, dengan merangsang serat-serat terdalam di otot dan jaringan penghubung, gumpalan darah bisa saja pecah dan sehingga dampaknya sangat serius.

    Lalu, seberapa sering kita boleh dipijat? Jawabannya bervariasi, misalnya kenapa kita harus pijat, apa saran dokter, serta keuangan dan waktu yang kita punya. Jika pijat hanya dengan maksud untuk rekreasi dan relaksasi, sebulan sekali sudah cukup.

    Bila dipijat dengan alasan olahraga dan kebugaran, bisa dilakukan sekali seminggu sampai sekali sebulan. Tapi bila kita sedang dalam proses penyembuhan cedera tertentu, frekuensi pijat harus sesuai saran dokter.

    Untuk masalah kesehatan jangka panjang, frekuensi pijat biasanya lebih sering di awal terapi dan semakin jarang bila kondisi sudah membaik. Bila berniat untuk sering dipijat, sebaiknya konsultasikan dulu dengan dokter agar tidak berdampak negatif dan justru membahayakan kesehatan.

    PIPIT

     

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Saham Lippo yang Jebol dan yang Melambung Dihantam Kasus Meikarta

    Jebloknya saham perusahaan-perusahaan Grup Lippo telah dimulai Selasa 16 Oktober 2018, sehari setelah KPK menangkap dan menetapkan Bupati Bekasi.