3 Trik Memberikan Tabir Surya untuk Anak-anak

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Sunblock/krim tabir surya. Shutterstock.com

    Ilustrasi Sunblock/krim tabir surya. Shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Paparan sinar matahari yang berlebihan dapat berbahaya bagi kesehatan kulit. Tak hanya kulit orang dewasa tapi juga pada anak-anak. Oleh karena itu anak-anak juga memerlukan tabir surya yang mengandung Suncreen Protection Factor (SPF) atau faktor pelindung dari sinar matahari.

    Sebagai orang tua, wajib memberikan perlindungan ini pada anak. Umumnya anak tidak menyukai krim yang lengket, maka diperlukan waktu untuk memberikannya dalam suasana yang menyenangkan. (baca: Ingin Adopsi Anak, Pelajari Dulu 7 Langkah Berikut)

    Berikut ini beberapa hal dari Laman Parens yang harus diperhatikan saat memberikan tabir surya pada anak:

    1. Anak aktif bergerak
    Tabir surya tak dibutuhkan saat tubuh tertutup pakaian. "Semakin Anda menutupi tubuh anak dengan pakaian, tabir surya kurang dibutuhkan," kata Karyn Grossman, M.D., ahli kulit di Los Angeles dan New York City, Amerika Serikat.

    Jika anak sulit dipakaikan krim tabir surya, kenakan pakaian berlengan panjang. Oleskan tabis surya terutama pada kulit yang terbuka, yang terkena paparan sinar matahari langsung.

    2. Tabir surya mengganggu mata anak
     Untuk pemakaian tabir surya di sekitar area yang sangat sensitif, gunakan tabir surya yang tabir surya yang tahan air . "Tabir surya yang tahan air, tidak akan berubah mengganggu mata anak," kata Dr. Grossman. (baca: 4 Cara Menghadapi Remaja Galau, Berlaku untuk 2 Minggu)

    3. Anak senang bermain pasir
    Jika Anda memiliki bayi atau balita, pertimbangkan untuk membawa kolam tiup. Isi dengan air sehingga Anda bisa membilas anak Anda yang bermain pasir, mengeringkannya, lalu olesi lapisan tabir surya formula spray.

    DINA ANDRIANI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Kantor dan Tempat Kerja

    BPOM melansir panduan penerapan new normal alias tatanan baru. Ada sembilan rekomendasi agar pandemi tak merebak di kantor dan tempat kerja.