Apa Betul Perempuan Suka Lebay dan Baper? Simak Penelitiannya

Reporter

Editor

Rini Kustiani

Ilustrasi wanita menahan amarah. shutterstock.com

TEMPO.CO, Jakarta - Wanita dianggap kerap berpikir berlebihan daripada pria. Sebuah survei otak yang dilakukan peneliti di New York, Amerika Serikat menunjukkan bahwa otak wanita lebih aktif daripada laki-laki.

Musababnya, terdapat korteks sererbal yang terlibat dalam pengendalian impuls dan fokus serta area emosional di otak yang melibatkan mood dan perasaan cemas. Selain itu,  bagian visual dan koordinasi wanita juga lebih aktif dibandingkan laki-laki.

Psikiatris Daniel Amen dan pendiri Amen Clinics in California dalam New York Post mengatakan ini adalah penelitian yang sangat penting untuk mengetahui perbedaan otak pria dan wanita. Dengan adanya informasi ini, peneliti bisa memahami risiko gangguan otak seperti penyakit Alzheimer.


Ilustrasi perempuan marah.

Dalam riset tersebut, Daniel dan timnya mengamati 119 sukarelawan dan lebih dari 26.000 pasien dengan berbagai kondisi kejiwaan. Pasien ada yang menderita trauma otak, bipolar, gangguan mood, schizophrenia dan ADHD atau Attention Deficit Hyperactivity Disorder.

Mereka melihat 128 bagian otak untuk menentukan bagian mana yang aktif saat melakukan tugas tertentu. Peneliti juga mengukur aliran darah dalam otak sukarelawan dan pasien dengan metode single photon emssion computed tomography (SPECT). Hasil riset menunjukkan, wanita lebih berpotensi mengalami Alzheimer, depresi dan gangguan ansietas atau kecemasan. Sedangkan laki-laki berisiko untuk ADHD dan masalah perilaku.

Aliran darah dalam otak wanita di korteks prefrontal lebih tinggi dibandingkan pria. Ini menjelaskan mengapa wanita lebih mampu berempati, memiliki intuisi yang lebih baik, mampu berkolaborasi dan menahan diri, serta memiliki perhatian yang tepat. Penelitan juga menunjukkan adanya peningkatan aliran darah pada area limbic dari otak wanita, yang menjelaskan mengapa wanita lebih mudah terkena depresi, insomnia, dan gangguan makan.

TABLOIDBINTANG

Baca juga:

Pilihan Andien untuk Kawa, dari Gentle Birth Sampai BLW

Bella Hadid Seperti Victoria Beckham, Pelit Senyum Saat Difoto
Indro Warkop ke Tora Sudiro, Ada Bogem Sampai Cipokan Anjing Laut






83 Tahun Sigmund Freud Meninggal, Pemikirannya Tak Lekang Waktu

3 hari lalu

83 Tahun Sigmund Freud Meninggal, Pemikirannya Tak Lekang Waktu

Bagi seseorang yang sedang menyelami ilmu psikologi, tentu tidak asing lagi dengan Sigmund Freud. Pemikirannya masih bertahan hingga sekarang.


Apa Itu Sekolah Kepribadian?

4 hari lalu

Apa Itu Sekolah Kepribadian?

Sekolah kepribadian berfokus pengembangan individu


Doktor Psikologi UI Teliti Kepuasan Pernikahan pada Pasangan Bekerja, Apa Hasilnya?

31 hari lalu

Doktor Psikologi UI Teliti Kepuasan Pernikahan pada Pasangan Bekerja, Apa Hasilnya?

Pingkan meraih gelar doktor psikologi UI lewat disertasinya mengenai kondisi stres pasangan suami-istri.


Jaga Kesehatan Jiwa di Masa Pandemi agar Kualitas Hidup Tetap Baik

45 hari lalu

Jaga Kesehatan Jiwa di Masa Pandemi agar Kualitas Hidup Tetap Baik

Aspek kesehatan jiwa perlu menjadi perhatian bersama demi kesejahteraan psikologis masyarakat kala harus beradaptasi dengan situasi pandemi COVID-19.


5 Tahapan Terapi Psikososial

47 hari lalu

5 Tahapan Terapi Psikososial

Terapi psikososial bentuk pemulihan perilaku manusia di masyarakat


Kak Seto, Si Komo dan Dunia Anak-Anak

59 hari lalu

Kak Seto, Si Komo dan Dunia Anak-Anak

Pembahasan perayaan Hari Anak Nasional tidak lengkap tanpa mengulik sosok Seto Mulyadi atau Kak Seto.


Terapi Psikologi untuk Pecandu Rokok

19 Juli 2022

Terapi Psikologi untuk Pecandu Rokok

Terapi SEFT bisa digunakan untuk mengatasi masalah psikologi secara umum. Namun, bisa pula digunakan untuk mengatasi kecanduan terhadap rokok.


5 Dampak Buruk Toxic Positivity

19 Juli 2022

5 Dampak Buruk Toxic Positivity

Toxic positivity membungkam emosi negatif


Self Compassion, Kenapa Belas Kasih kepada Diri Sendiri Perlu Dilakukan?

19 Juli 2022

Self Compassion, Kenapa Belas Kasih kepada Diri Sendiri Perlu Dilakukan?

Memahami penderitaan dan emosi negatif pada diri sendiri atauself compassion perlu dilakukan untuk keseimbangan emosi. Bagaimana caranya?


Indra Keenam, Bagaimana dalam Pandangan Kajian Psikologi?

15 Juli 2022

Indra Keenam, Bagaimana dalam Pandangan Kajian Psikologi?

Indra keenam merupakan persepsi tentang orang menerima informasi secara sadar mengenai peristiwa di luar diri