Pilihan Andien untuk Kawa, dari Gentle Birth Sampai BLW

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Busana Lebaran 2017 Andien Aisyah dan keluarga. Instagram

    Busana Lebaran 2017 Andien Aisyah dan keluarga. Instagram

    TEMPO.CO, Jakarta - Andien Aisyah kerap berbagi metode pengasuhan yang diterapkan kepada anak pertamanya, Anaku Askara Biru. Ada beberapa cara yang mungkin tak biasa buat sebagian orang, misalnya memilih melahirkan dengan metode gentle birth dengan cara water birth di rumahnya pada 7 Januari 2017. Baca: Andien Terapkan Metode BLW dengan Sendok


    Andien melahirkan dengan metode gentle birth. Instagram

    Proses melahirkan di dalam air atau water birth seperti yang dilakukan Andien bukanlah hal baru. Pada 2013, American Pregnancy Association menyatakan persalinan di dalam air membantu agar kontraksi ibu lebih efisien, memperlancar sirkulasi darah, mengurangi nyeri persalinan, dan menyediakan lebih banyak oksigen untuk bayi.


    Anak Andien, Kawa pengenalan dengan air dan kolam renang. Instagram

    Di usia 2 bulan, Kawa sudah dikenal dengan air dan kolam renang bersama pelatih khusus yang juga melatih Andien aquarobic saat hamil. Kawa dibiarkan bermain di lantai untuk merangsang dia bergerak dan mengeksplorasi lingkungan. Tidak hanya untuk pertumbuhan dan perkembangan otot, tapi juga untuk saraf otak.


    Putra Andien, Kawa belajar merayap. Instagram

    Andien menstimulasi gerak motorik anak dengan caranya memposisikan Kawa dalam keadaan tengkurap sedini mungkin. “Untuk tahap awal sekali, bisa bantu dia dengan menaruh tangan kamu di belakang kakinya sebagai pijakan (hanya taruh yah, jangan didorong). Jangan lupa untuk meletakkan benda-benda yang menarik perhatiannya di depan supaya dia tertarik untuk maju ke depan,” ujar Andien.

    Selanjutnya: Belajar menggenggam sampai BLW


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ini Daftar TNI-Polri yang Pernah Menjabat sebagai Plt Gubernur

    Penunjukan anggota TNI-Polri menjadi Plt Gubernur sudah sempat terjadi beberapa kali. Penunjukan itu diputuskan oleh Mendagri saat itu, Tjahjo Kumolo.