Sri Mulyani dan Cangkir Nyonya Selalu Benar  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sri Mulyani Indrawati. Tempo/Ratih Purnama

    Sri Mulyani Indrawati. Tempo/Ratih Purnama

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mendapatkan hadiah spesial dari ketiga anaknya. Hadiah ini terbilang unik karena menjadi bentuk protes sekaligus pengingat baginya. (Baca: Sri Mulyani Sebut Jurus agar Kerja dan Keluarga Beres)

    Cangkir putih pemberian Dewinta Illinia, Adwin Haryo Indrawan, dan Luqman Indra Pambudi itu bertuliskan “Mrs Always Right” yang berarti nyonya yang selalu benar. “Mereka bilang ibu pasti senang kalau disebut Mrs Always Right,” katanya di kantor Tempo.

    Perempuan 54 tahun itu mengaku kerap berdebat dengan anak-anaknya, bahkan menyangkut urusan remeh sekalipun. Namun ia enggan disebut tak mau mengalah bila berdiskusi di tengah keluarga. “Biasalah kalau orang tua dengan anak itu selalu saja ada perdebatan,” ujar Sri Mulyani. (Baca juga: Sri Mulyani Ungkap 3 Kunci Kebugaran Tubuh)


    Menteri Keuangan Sri Mulyani, saat berlibur ke Labuan Bajo bersama keluarga. facebook.com

    ADVERTISEMENT

    Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu menduga anaknya sengaja memilih cangkir dengan pesan khusus tersebut karena melihat peran ibunya di kantor dan di rumah. Maklum, sebagai bendahara negara, Sri Mulyani sering terlibat diskusi yang sengit agar neraca keuangan tetap sehat.

    Tak ada perlakuan istimewa dari Sri Mulyani terhadap buah tangan cangkir itu. Alih-alih menyimpannya di lemari, ia justru memakainya di kantor. Dengan memakainya, ia merasa diingatkan, seperti ketika ia membaca pesan pada suvenir yang sering dijumpai ketika bertugas ke London yang bertuliskan “Don’t worry, you are only fifty”. “Pesan itu adalah pengingat agar hidup kita bahagia,” tuturnya. (Artikel lainnya: Sri Mulyani atau Megawati, Mana Lebih Populer di Media)


    RAYMUNDUS RIKANG


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM Level 4 dan 3 di Jawa dan Bali, Ada 33 Wilayah Turun Tingkat

    Penerapan PPKM Level 4 terjadi di 95 Kabupaten/Kota di Jawa-Bali dan level 3 berlaku di 33 wilayah sisanya. Simak aturan lengkap dua level tadi...