Prilly Latuconsina Jadi Duta Kanker Serviks, Sudah Vaksin Belum?

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aktris Prilly Latuconsina saat ditemui di Ballroom Raffles Hotel, Kuningan, Jakarta Pusat, 8 Juni 2017. TEMPO/Dini Teja

    Aktris Prilly Latuconsina saat ditemui di Ballroom Raffles Hotel, Kuningan, Jakarta Pusat, 8 Juni 2017. TEMPO/Dini Teja

    TEMPO.CO, Jakarta - Prilly Latuconsina dilantik menjadi Duta Kanker Serviks oleh Koalisi Indonesia Cegah Kanker Serviks (KICKS) pada Senin, 14 Agustus 2017. Sebagai Duta Kanker Serviks, Prilly Latuconsina bertugas mengkampanyekan pencegahan kanker serviks atau kanker leher rahim. Baca: Ini Rahasia yang Bikin Prilly Latuconsina Percaya Diri

    Prilly Latuconsina mengatakan telah melakukan vaksinasi untuk mencegah penyakit kanker serviks. Vaksinasi, menurut Prilly Latuconsina, wajib dilakukan demi menjaga diri dari serangan virus Human Papilloma Virus atau HPV.


    Prilly Latuconsina

    "Aku sempat heran, kok ada vaksin kanker? Setelah aku pelajari, ternyata kanker serviks disebabkan virus HPV. Virus itu bisa dicegah melewati vaksin," kata Prilly Latuconsina. Baca juga: Soal Pacaran, Ayah dan Ibu Prilly Latuconsina Beda Pendapat

    Prilly Latuconsina mengaku tak takut disuntik ketika vaksinasi karena tidak sakit. "Aku malah semangat. Ayo vaksin," ujar Prilly Latuconsina.

    Menurut Prilly Latuconsina, virus HPV mudah menyebar, dan umumnya ditularkan melalui hubungan seksual. Selain itu, faktor genetik dan gaya hidup tak sehat juga bisa menjadi pemicunya.

    Mereka yang berisiko terkena kanker serviks adalah perempuan yang melakukan aktivitas seksual terlalu dini, misalnya di bawah 20 tahun, berganti-ganti pasangan dalam berhubungan intim, merokok, lemahnya sistem kekebalan tubuh, dan frekuensi melahirkan. Artikel lainnya: Masker Rambut Prilly Latuconsina Bau Amis, tapi Berkhasiat

    TABLOIDBINTANG


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perkiraan Ukuran Tubuh Megalodon, Pemangsa Zaman Purba

    Setelah berbagai macam penelitian yang dilakukan para ahli, akhirnya mereka bisa menyimpulkan perkiraan ukuran tubuh Megalodon, sang hiu purba.