Perempuan Semakin Berkibar di Dunia Teknologi, Apa Keunggulannya?  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi karier dan kesuksesan. Shutterstock.com

    Ilustrasi karier dan kesuksesan. Shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Didominasi oleh kaum Adam, karier di bidang teknologi kini juga milik kaum hawa. Menurut Vice President Corporate Communication Telkomsel Adita Irawati jumlah perempuan yang menggeluti ranah teknologi saat ini semakin banyak.

    "Secara statistik memang jumlah lelaki masih mendominasi, tapi wanita di dunia teknologi Tanah Air mengalami pertumbuhan yang besar dalam kurun lima tahun ini," ujar Adita ditemui dalam gelaran Bekraf Habibie Festival 2017 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Jumat.

    "Banyak perusahaan pun kini melihat gender bukan sebuah isu lagi. Selama punya kemampuan,  perusahaan tidak akan melihat jenis kelaminnya," sambung dia. (baca: Bukan Mensos, Najwa Shihab Sebut Proyeknya dengan Jokowi)

    Adita juga melihat perempuan Indonesia saat ini semakin menyadari bahwa dunia mereka luas. Lebih dari itu, menurut dia, pihak keluarga kini tak lagi mempersoalkan ketika memilih untuk berkecimpung di dunia yang "maskulin".

    Tidak hanya itu, menurut Adita perempuan memiliki sejumlah keunggulan dibanding laki-laki, seperti kemampuan multitasking, lebih tekun dan teliti. "Yang saya lihat seperti itu, dan bekerjanya dengan hati. Perempuan itu lebih sensitif," ujar dia.

    ADVERTISEMENT

    Hal tersebut membuat perempuan mampu menempati posisi kunci di perusahaan. Sebagai contoh, Adita mengatakan bahwa sekitar 40 persen Vice President di Telkomsel adalah perempuan.

    "Mereka menduduki posisi yang sangat lapangan banget, jadi pemimpin teritori area Sumatera, Papua dan segala macam. Ini sangat challenging dan rumit, tapi mereka bisa bertahan," kata Adita. (baca: Kiat Sukses Wawancara Kerja dengan Bahasa Inggris

    Meski demikian, perempuan tetap tak lepas dari kodratnya. Bagaimana perempuan menjalankan fungsinya sebagai ibu, istri sekaligus wanita karier, menurut Adita, menjadi tantangan tersendiri.

    "Terkadang ada keluarga yang menuntut lebih. Sebagai istri yang harus totalitas di kerjaan akhirnya gagal fokus karena perioritasnya berubah. Jadi, tantanganannya lebih pada diri sendiri bukan di lingkungan pekerjaan," kata dia.

    "Pada akhirnya ketika pilihan karier dibuat, bagaimana di-manage kembali kepada perempuan itu sendiri dan keluarga inti," tambah dia.


    ANTARA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Makan di Warteg saat PPKM Level 4 dan 3 di Jawa - Bali

    Pemerintah membuat aturan yang terkesan lucu pada penerapan PPKM Level 4 dan 3 soal makan di warteg. Mendagri Tito Karnavian ikut memberikan pendapat.