Gangguan Jantung, Selain Bersepeda Apalagi yang Tak Dianjurkan?

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Zhala, anggota tim sepeda wanita Afganistan melakukan latihan di Kabul , 20 Februari 2015. Tim sepeda wanita Afganistan membuat gebrakan terhadap hak-hak perempuan di dunia olahraga. REUTERS/Mohammad Ismail

    Zhala, anggota tim sepeda wanita Afganistan melakukan latihan di Kabul , 20 Februari 2015. Tim sepeda wanita Afganistan membuat gebrakan terhadap hak-hak perempuan di dunia olahraga. REUTERS/Mohammad Ismail

    TEMPO.CO, Jakarta -Penderita gangguan jantung salah satunya kelainan irama jantung atau aritmia harus memilih aktivitas fisik yang tepat agar tak menganggu kondisi jantungnya. 

    Ahli kesehatan menyarankan penderita tak melakukan aktivitas fisik terlampau berat. Lalu aktivitas apa yang harus dia lakukan? (baca:Waspada, Jam Kerja Terlalu Panjang Bahaya untuk Jantung)
      
    "Bersepeda, jogging, berenang. Sport yang sifatnya kompetitif kurang dianjurkan," ujar spesialis jantung sub spesialis aritmia dari RS Jantung dan Pembuluh Darah, Harapan Kita, dr. Dicky Armein Hanafy, Sp.JP(K) di Jakarta, Jumat. 

    Hal senada disampaikan spesialis jantung Prof. Dr. dr. Yoga Yuniadi, Sp.JP(K). Menurut dia, sebenarnya relatif tak ada pantangan bagi penderita gangguan jantung melakukan aktivitas fisik apapun, asalkan aktivitas itu tingkatnya masih moderate

    "Pada dasarnya boleh melakukan aktivitas fisik apapun. Namun harus dilihat dulu jenis kelainan aritmianya bagaimana. Paling tidak aktivitas fisik tingkat moderate," kata dia. (baca: Diabetes Bisa Sebabkan Gagal Jantung, Cek 6 Pemicu Lainnya)


    ANTARA

    ADVERTISEMENT


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Makan di Warteg saat PPKM Level 4 dan 3 di Jawa - Bali

    Pemerintah membuat aturan yang terkesan lucu pada penerapan PPKM Level 4 dan 3 soal makan di warteg. Mendagri Tito Karnavian ikut memberikan pendapat.