Komunikasi, Khasiatnya Tak Terduga Termasuk Menangkal Bunuh DIri

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi dua wanita mengobrol. shutterstock.com

    Ilustrasi dua wanita mengobrol. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Jika Anda punya masalah, maka berinteraksilah. Jangan biarkan diri Anda mengurung diri. Hal itu bisa memicu tindakan yang berbahaya, contohnya melukai diri sendiri.

    Hal itu disebutkan oleh Founder Emotional Healing Indonesia (EHI) Irma Rahayu. Menurutnya, kebanyakan orang yang hendak melenyapkan dirinya adalah orang yang tengah depresi dan tidak memiliki teman untuk berbicara. (baca:Ini Favorit Para Dokter Bedah di Ruang Operasi

    Ada dua tipe orang yang rentan melakukan bunuh diri. Pertama orang depresi dan orang yang merasa tidak memiliki harapan dalam kehidupannya

    “Tindakan bunuh diri itu tidak bisa direncanakan. Dia tidak punya waktu sedetik pun untuk berpikir. Itu terjadi begitu saja, kecuali ada orang mau caper dan ingin menyakiti orang yang pernah menyakiti dia agar merasa bersalah,” ujarnya Rabu, 9 Agustus 2017.

    ADVERTISEMENT

    Selain itu, biasanya keinginan bunuh diri timbul tanpa sadar karena pernah melihat entah di film atau dari berita, atau dia punya keluarga yang pernah bunuh diri.

    Irma meyakini, interaksi menjadi kunci bagi solusi permasalahan seseorang. Untuk itu, dia mendirikan EHI dengan bentuk komunitas agar terus bisa melakukan silaturahmi. (baca: Membayar Dosa masa Lalu, Begini Tika Panggabaean Beraksi)

    Adapun terapi juga banyak dilakukan secara berkelompok agar orang yang bermasalah bisa juga mendapatkan saran dari peserta lainnya.

    Syarat utama untuk memulai interaksi dengan orang lain adalah jujur dan mau mengakui kekurangan diri sendiri dan tidak menyalahkan keadaan. Mendengar orang menertawakan atau memarahi kita bisa jadi obat penyadar bagi diri bahwa ada orang lain yang peduli dengan hidup kita.  

    “Jadi keluar kamar, cari teman dan ceritakan keinginan Anda untuk bunuh diri. Meski ditertawakan atau dimarahi, kita mesti dengar suara orang lain masuk ke kuping kita. Selama ini orang yang bunuh diri dia hanya mendengar suara diri sendiri yang ingin mengajak mati,” katanya.

    Dia juga menyebutkan pemicu bunuh diri seseorang juga bisa berasal dari pengalamannya mendapatkan informasi tentang bunuh diri dari media seperti film, gambar, dan lainnya.

    Hal lainnya yang bisa membuat seseorang berani memutuskan melukai dirinya dengan sengaja adalah karena memiliki teman atau keluarga yang juga pernah melakukan hal yang sama. (baca: Kubis Tak Mengandung Kalori, Mitos atau Fakta?)

    BISNIS.COM


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM Level 4 dan 3 di Jawa dan Bali, Ada 33 Wilayah Turun Tingkat

    Penerapan PPKM Level 4 terjadi di 95 Kabupaten/Kota di Jawa-Bali dan level 3 berlaku di 33 wilayah sisanya. Simak aturan lengkap dua level tadi...