Gula Kayu Tak Langsung Diserap Tubuh, Solusi Diabetes?

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi gula pasir. shutterstock.com

    Ilustrasi gula pasir. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta -Gula kayu yang berasal dari serat tumbuhan bisa menjadi alternatif pengganti pemanis atau gula konvensional untuk menekan kadar gula darah bagi penderita diabetes.

    Dokter sekaligus pendiri Institut Penelitian Medis Noguchi dr Yoshihisa Asano di Jakarta, Senin, menjelaskan gula kayu merupakan jenis gula baru yang berasal dari serat tumbuhan yang diperoleh dari ekstrak kulit kelapa, batang bambu, bonggol jagung, dan tumbuhan lainnya. (baca: Trik agar Keluarga Tak Kurang Minum)

    "Salah satu sifat dari gula kayu yaitu tidak diserap langsung oleh tubuh. Riset terdahulu membuktikan, konsumsi gula kayu dapat menghambat kenaikan kadar gula dalam darah. Karena dapat menjaga kadar gula dalam darah, gula ini aman digunakan sebagai pengganti pemanis bagi penyandang diabetes," katanya.

    Selain itu, dia menjelaskan, gula kayu juga dapat meningkatkan jumlah probiotik (bakteri baik) dalam usus yang berfungsi menjaga metabolisme dan meningkatkan daya tahan tubuh.

    Menurut data International Diabetes Federation tahun 2015, jumlah penyandang diabetes di Indonesia sekitar 10 juta orang.

    Sample Registration Survey tahun 2014 menunjukkan diabetes telah menjadi salah satu penyebab kematian terbesar nomor tiga di Indonesia setelah stroke dan penyakit jantung koroner. (baca:Maag, Satu dari Berbagai Penyakit yang Bikin Berat Badan Drop)

    Pakar gizi dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dr Saptawati Bardosono menjelaskan bahwa Peraturan Kementerian Kesehatan RI No. 30 tahun 2013 merekomendasikan konsumsi gula tidak melebihi 50 gram atau lima sendok makan per orang setiap harinya untuk mengurangi risiko diabetes.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pelonggaran Kembali PPKM: Aturan Baru WFO, Bioskop, dan Anak-anak

    Pemerintah kembali melonggarkan sejumlah aturan PPKM yang berlaku hingga 4 Oktober 2021. Pelonggaran termasuk WFO, bioskop, dan anak-anak di mall.