Air Putih Memang Sehat, Tapi Simak 5 yang Harus Dihindari

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi menuang air putih ke gelas. shutterstock.com

    Ilustrasi menuang air putih ke gelas. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Asupan air yang cukup menjadi kebutuhan tubuh semua orang. Namun, sadarkah Anda ada sejumlah cara yang mungkin menjadi kebiasaan, namun sebenarnya salah saat mengkosumsi zat itu?

    Berikut beberapa di antaranya seperti dilansir Boldsky:

    1. Minum berlebihan
    Kalau Anda memaksa diri meminum satu galon air dalam sehari, berarti Anda minum terlalu banyak. Bukannya sehat, Anda justru bisa mengalami overhidrasi atau kelebihan cairan. (baca: Amanda Seyfried Alami Gangguan Kecemasan Saat Hamil)

    2. Tak sadar kalau air juga berasal dari makanan padat
    Tahukah Anda kalau 20 persen kebutuhan air harian kita bisa berasal dari makanan padat semisal buah dan sayuran? Tak melulu air, Anda bisa menghidrasi tubuh dengan buah dan sayuran yang mengandung banyak air, misalnya timun yang memiliki 96,7 persen.

    ADVERTISEMENT

    3. Menghindari kafein
    Kafein bisa meningkatkan metabolisme karena mengandung  diuretik. Kopi merupakan sumber air yang bagus dan juga memberi tubuh Anda antioksidan peradangan.

    4. Minum terlalu banyak sebelum tidur
    Jika Anda minum air terlalu banyak sebelum tidur, Anda bisa sering bangun di malam hari untuk buang air kecil. Sebaiknya berhenti minum setidaknya satu jam sebelum tidur. (baca: Jangan Sesali Lemak di Bokong dan Paha karena Banyak Manfaatnya)

    5. Berhenti minum dari botol plastik
    Anda perlu berhenti minum air dari botol plastik. Botol mengandung bisophenol A, zat kimia yang bisa berdampak buruk pada kesuburan pria dan wanita, serta berpotensi menyebabkan kanker.

    ANTARA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti Istilah Kebijakan Pemerintah Atasi Covid-19, dari PSBB sampai PPKM

    Simak sejumlah istilah kebijakan penanganan pandemi Covid-19, mulai dari PSBB hingga PPKM, yang diciptakan pemerintah sejak 20 April 2020.