Karakteristik Suara, Benarkah Mencerminkan Status Sosial?

Reporter

Editor

Susandijani

Ilustrasi pria dan wawancara kerja. Shutterstock

TEMPO.CO, Jakarta -Orang cenderung mengubah nada suara mereka tergantung pada siapa mereka berbicara, dan seberapa dominan perasaan mereka. Demikian disebutkan sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal PLOS ONE

Disebutkan juga bahwa ketika peserta melakukan simulasi tugas wawancara, karakteristik vokal mereka, khususnya nada, berubah sebagai tanggapan terhadap orang-orang dengan status sosial yang berbeda.(baca: Jangan Remehkan Imunisasi Campak dan Rubella, Bisa Cacat Lahir)

Selanjutnya, terlepas dari status sosial, baik pria maupun wanita ditemukan menggunakan nada suara yang lebih tinggi saat menjawab orang yang mereka anggap dominan, bergengsi, dan memiliki status sosial lebih tinggi.

Sementara itu, "Bunyi suara yang 'dalam' dan maskulin terdengar dominan, terutama pada pria, lawannya adalah suara suara yang lebih tinggi. Jadi, jika seseorang menganggap pewawancara lebih dominan (dengan suaranya yang dalam), mereka menaikkan nada suara mereka," kata Viktoria Mileva, mahasiswa postdoctoral di Universitas Stirling di Inggris.

"Situasi tersebut, mungkin merupakan sinyal untuk menunjukkan pendengar bahwa Anda bukan ancaman, dan untuk menghindari kemungkinan konfrontasi," Mileva menambahkan.(baca: The Underdogs, Sisi Lain tentang Bullying)

Peserta yang berpikir mereka dominan, yang menggunakan metode seperti manipulasi, pemaksaan, dan intimidasi untuk memperoleh status sosial, cenderung tidak memvariasikan nada suara mereka dan akan berbicara dengan nada rendah saat berbicara dengan seseorang yang status sosialnya lebih tinggi.

Sebaliknya, orang-orang yang menilai dirinya berprestise tinggi, dimana mereka percaya orang-orang memandang dan menghargai pendapat mereka sehingga memberi mereka status sosial, tidak mengubah seberapa keras nada bicara mereka, tidak peduli dengan siapa mereka berbicara.

Ini mungkin menandakan bahwa mereka lebih tenang dan dapat mengendalikan situasi, kata peneliti. "Disadari atau tidak, karakteristik suara tampaknya merupakan cara penting untuk mengkomunikasikan status sosial," Mileva menambahkan.(baca: Peduli Anak, George dan Amal Clooney Gandeng UNICEF)

BOLDSKY | LUCIANA






Perjuangan Katherine, Mahasiswa Unair yang Lulus dengan Gelar Ganda

1 hari lalu

Perjuangan Katherine, Mahasiswa Unair yang Lulus dengan Gelar Ganda

Katherine, mahasiswa Unair yang menjalani International Undergraduate Program jurusan Psikologi. Simak kisahnya.


83 Tahun Sigmund Freud Meninggal, Pemikirannya Tak Lekang Waktu

13 hari lalu

83 Tahun Sigmund Freud Meninggal, Pemikirannya Tak Lekang Waktu

Bagi seseorang yang sedang menyelami ilmu psikologi, tentu tidak asing lagi dengan Sigmund Freud. Pemikirannya masih bertahan hingga sekarang.


Apa Itu Sekolah Kepribadian?

14 hari lalu

Apa Itu Sekolah Kepribadian?

Sekolah kepribadian berfokus pengembangan individu


Doktor Psikologi UI Teliti Kepuasan Pernikahan pada Pasangan Bekerja, Apa Hasilnya?

41 hari lalu

Doktor Psikologi UI Teliti Kepuasan Pernikahan pada Pasangan Bekerja, Apa Hasilnya?

Pingkan meraih gelar doktor psikologi UI lewat disertasinya mengenai kondisi stres pasangan suami-istri.


Jaga Kesehatan Jiwa di Masa Pandemi agar Kualitas Hidup Tetap Baik

55 hari lalu

Jaga Kesehatan Jiwa di Masa Pandemi agar Kualitas Hidup Tetap Baik

Aspek kesehatan jiwa perlu menjadi perhatian bersama demi kesejahteraan psikologis masyarakat kala harus beradaptasi dengan situasi pandemi COVID-19.


5 Tahapan Terapi Psikososial

58 hari lalu

5 Tahapan Terapi Psikososial

Terapi psikososial bentuk pemulihan perilaku manusia di masyarakat


Kak Seto, Si Komo dan Dunia Anak-Anak

29 Juli 2022

Kak Seto, Si Komo dan Dunia Anak-Anak

Pembahasan perayaan Hari Anak Nasional tidak lengkap tanpa mengulik sosok Seto Mulyadi atau Kak Seto.


Terapi Psikologi untuk Pecandu Rokok

19 Juli 2022

Terapi Psikologi untuk Pecandu Rokok

Terapi SEFT bisa digunakan untuk mengatasi masalah psikologi secara umum. Namun, bisa pula digunakan untuk mengatasi kecanduan terhadap rokok.


5 Dampak Buruk Toxic Positivity

19 Juli 2022

5 Dampak Buruk Toxic Positivity

Toxic positivity membungkam emosi negatif


Self Compassion, Kenapa Belas Kasih kepada Diri Sendiri Perlu Dilakukan?

19 Juli 2022

Self Compassion, Kenapa Belas Kasih kepada Diri Sendiri Perlu Dilakukan?

Memahami penderitaan dan emosi negatif pada diri sendiri atauself compassion perlu dilakukan untuk keseimbangan emosi. Bagaimana caranya?