Surya Saputra Terapkan Bonding yang Bikin Suster Nangis

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Surya Saputra dan Chyntia Lamusu bersama anak kembar mereka. Tabloidbintang

    Surya Saputra dan Chyntia Lamusu bersama anak kembar mereka. Tabloidbintang

    TEMPO.CO, Jakarta - Surya Saputra dan Cynthia Lamusu dikaruniai bayi kembar yang lahir pada 20 November 2016. Bayi itu bernama Ataya Tatjana Aisyah Putri dan Atharva Bimasena Saputra. Baca: Penantian Panjang Surya Saputra dan Cynthia Lamusu

    Setelah lahir, Cynthia Lamusu dan Surya Saputra tidak bisa langsung membawa pulang kedua buah hatinya. Musababnya, lahir dengan berat badan rendah membuat Tatjana dan Bimasena harus dirawat secara intensif di Rumah Sakit Bunda, Menteng, Jakarta Pusat.

    Ataya Tatjana Aisyah Putri dibolehkan pulang, sedangkan Atharva Bimasena Saputra masih harus berada di rumah sakit. Menurut Surya Saputra, ketika Tatjana pulang lebih dulu, Bimasena menangis.

    "Waktu pertama kali kami bawa pulang Tatjana, Bima menangis. Tabung mereka bersebelahan," kata Surya Saputra di Jakarta, Selasa 1 Agustus 2017. Saat itu, suster yang berjaga turut menangis karena menurut dia, Bimasena belum pernah menangis sekencang itu.

    Surya Saputra kemudian berkata kepada Bimasena, "Papa akan ke sini setiap hari ya." Surya selalu ingat akan janjinya untuk datang ke rumah sakit menengok Bimasena saban hari.

    Surya Saputra menambahkan, jam berapapun pulang syuting, dia akan datang ke rumah sakit sambil membawakan ASI untuk Bimasena. "Pulang syuting sepagi apapun, saya tetap ke rumah sakit," ujarnya.

    Saat baru lahir, Bimasena minum ASI menggunakan sonde atau pipa makanan. Ketika menghampiri Bimasena, Surya Saputra pertama kali memegang tangannya dan berkata, "Bima, ini Papa." Baca juga: Lucunya Anak Kembar Surya Saputra-Cynthia Lamusu

    TABLOIDBINTANG


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ini Daftar TNI-Polri yang Pernah Menjabat sebagai Plt Gubernur

    Penunjukan anggota TNI-Polri menjadi Plt Gubernur sudah sempat terjadi beberapa kali. Penunjukan itu diputuskan oleh Mendagri saat itu, Tjahjo Kumolo.