Jawab Pertanyaan Ini Demi Mendapat Model Rambut yang Cocok

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi mengecat rambut. Shutterstock

    Ilustrasi mengecat rambut. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Mengikuti tren gaya rambut tidak akan ada habisnya. Figur publik satu dan lainnya silih berganti menampilkan model rambutnya yang memukau. Namun satu yang perlu diingat, sekadar mengikuti tren belum tentu yang terbaik untuk diri kita. Pertaruhannya tidak main - main, salah satunya tingkat percaya diri yang menurun akibat gaya rambut yang tidak pas.

    Hair expert Marina Adia Indra, dari Rever Hair and Make Up Academy, mengatakan tidak seharusnya kita terpaku pada tren rambut yang ditampilkan orang lain. "Jangan terlalu mengikuti tren, karena diri sendiri sebetulnya adalah tren setter," ujar Marina Adia Indra di acara Hair Expo.

    Gaya rambut yang sesuai dengan kepribadian inilah yang kemudian akan terpancar sebagai pesona di mata orang lain. Sebab, hanya gaya rambut yang sesuai kepribadian yang akan membuat individu tersebut tampil penuh percaya diri. "Potongan apapun akan jadi bagus jika percaya diri," kata Marina Adia Indra. "Wajah bundar ingin menggunakan poni? Mengapa tidak?"

    Nah, untuk mendapatkan gaya rambut sesuai kepribadian, seseorang dituntut berani. Dalam hal ini, keberanian untuk mengkomunikasikan keinginan kepada hair dresser di salon.

    ADVERTISEMENT

    "Jelaskan apa keinginanmu, apa aktivitas keseharianmu, apa profesimu, sudah punya anak atau belum, dan lain sebagainya. Dari sini seorang hair dresser akan memiliki gambaran mengenai gaya rambut yang paling pas untukmu," ujar Marina Adia Indra yang tahun 2017 meluncurkan tren gaya rambut Flashion vol 1: Audacious, yang artinya keberanian.

    TABLOIDBINTANG

    Artikel tentang rambut:

    7 Cara Menjaga Bentuk Rambut Keriting
    5 Resep Masker Alami untuk Rambut Indah
    Jangan Buang Potongan Rambut, Bisa Atasi Pencemaran di Laut


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Pernikahan dan Hajatan saat PPKM Level 4 dan 3, Ada Sanksi jika Melanggar

    Pemerintah mengatur resepsi pernikahan saat PPKM Level 4 dan lebih rendah. Aturan itu diikuti sanksi bagi pelaku usaha, perorangan, dan kepala daerah.