Mencegah Kehamilan, Bisakah Diatur Lewat Aplikasi Digital?

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi ponsel pintar dan aplikasi. Shutterstock

    Ilustrasi ponsel pintar dan aplikasi. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta -Berbagai aplikasi kini bermunculan di ponsel, seiring semakin berkembangnya teknologi digital, termasuk birth Control Application atau aplikasi pengendalian kelahiran. Salah satunya adalah Natural Cycles, yang bisa diunggah lewat AppStore atau Google Play dan bisa dibuka di manapun di seluruh dunia.

    Dalam aplikasi itu dijelaskan metode mencegah kehamilan, yang kadang disebut juga metode irama, juga cara alami ber-KB, dan kepedulian pada kesuburan. Gagasan yang ditawarkan termasuk mengecek ovulasi dan menghindari hubungan seks pada masa subur perempuan. Akan tetapi, metode ini ternyata tak sepenuhnya berhasil meski pihak Natural Cycles mengklaim aplikasi mereka 93 persen efektif. (baca: The Underdogs, Sisi Lain tentang Bullying)

    "Jangan mempercayai aplikasi seperti ini," saran Dr. Mary Jane Minkin, profesor bidang obstetrik, ginekologi, dan reproduksi di Sekolah Kedokteran Yale di Amerika Serikat, kepada Live Science.

    Aplikasi ini bisa menjadi opsi bila pasangan suami-istri ingin menunda kehamilan untuk sementara waktu tapi tidak keberatan jika ternyata istri hamil. Tapi buat mereka yang ingin mencari alat kontrasepsi, lebih baik pilih sesuatu yang lebih bisa dipercaya.

    Perusahaan pembuat Natural Cycles ada di Swedia dan mendapat sertifikasi medis pada Februari 2017. Aplikasi ini pun menjadi satu-satunya "kontrasepsi" digital di Eropa. Aplikasi ini meminta para penggunanya untuk mengukur temperatur tubuh setiap pagi sebelum melakukan apapun, sesuatu yang biasa dilakukan mereka yang sudah mengikuti program KB. Suhu tubuh biasanya sedikit naik saat terjadi ovulasi. (baca: Peduli Anak, George dan Amal Clooney Gandeng UNICEF)

    Sebelumnya, banyak aplikasi sejenis yang dinilai gagal. Penilaian apakah Natural Cycles pilihan yang tepat atau tidak tergantung pada kebutuhan para penggunanya dan harapan untuk mengontrol kelahiran. Jika peluang hamil 25 persen yang biasa dijanjikan program KB biasa dianggap sudah cukup, maka Natural Cycles bolehlah diandalkan.

    Akan tetapi, buat siapapun yang ingin metode yang lebih dapat diandalkan, jangan bergantung pada aplikasi apapun. Bila ingin peluang tidak hamil 99,5 persen, lebih baik menggunakan alat kontrasepsi jangka panjang.(baca: Angelina Jolie Kejam pada Anak-anak? Akting atau Nyata?)

    PIPIT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.