The Underdogs, Sisi Lain tentang Bullying

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sampul film The Underdogs. instagram.com

    Sampul film The Underdogs. instagram.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Fenomena bullying atau perundungan yang sedang ramai dibicarakan menjadi fokus dalam film The Underdogs.

    Memboyong sejumlah YouTuber, sutradara "The Underdogs" Adink Liwutang menekankan bahwa film tersebut tidak menitik beratkan pada para pelaku aktivitas kekinian itu, melainkan fenomena yang ramai dibicarakan saat ini, yakni bullying atau perundungan.

    YouTube menurut Adink dijadikan sebagai salah satu media untuk menangkap fenomena perundungan saat ini di mana warga net sering kali melempar komentar yang dinilai keterlaluan. (baca: Mau Bikin Grup Band, Belajar Dulu dari Kahitna)

    "Sebagai seniman kita harus bisa benar-benar meng-capture dengan lembut, tidak secara verbal tapi bahasa gambar agar orang stop bullying atau kekerasan," ujar Adink dalam temu media di Jakarta, Senin.

    ADVERTISEMENT

    Selain Han Yoo Ra, YouTuber lainnya yang ikut dalam film bergenre komedi tersebut adalah Young Lex. Hal ini menurut Ernest Prakasa yang ikut main dan bertindak sebagai produser juga merupakan upaya untuk menyampaikan pesan dari film tereebut.

    "Biar orang lihat sisi lain (Young Lex), terkadang netizen terlalu jahat," kata Ernest.

    "The Underdogs" bercerita tentang kuartet Ellie (Sheryl Sheinafia), Dio (Brandon Salim), Nanoy (Babe Cabita) dan Bobi (Jeff Smith) yang tersisihkan dan tidak dianggap bertekad mengubah nasib dengan cara menjadi YouTuber. (baca: Eksekutif Perempuan Beberkan Kebutuhan Ibu dalam Mengejar Karier)

    Mereka terinspirasi dari trio sukses SOL, Sandro (Ernest Prakasa), Oscar (Young Lex) dan Lola (Han Yoo Ra) yang juga dulunya cupu dan sering jadi korban bullying.

    Selain kental akan persahabatan, "The Underdogs" juga menjanjikan roller-coaster cerita drama khas film-film Ernest Prakasa.

    ANTARA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM Level 4 dan 3 di Jawa dan Bali, Ada 33 Wilayah Turun Tingkat

    Penerapan PPKM Level 4 terjadi di 95 Kabupaten/Kota di Jawa-Bali dan level 3 berlaku di 33 wilayah sisanya. Simak aturan lengkap dua level tadi...