Pasien Gagal Jantung Bisa Berolahraga, Cek Dulu Syaratnya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi cek tekanan darah. shutterstock.com

    Ilustrasi cek tekanan darah. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Melakukan aktivitas fisik secara rutin perlu dilakukan semua orang demi kesehatan, termasuk bagi pasien gagal jantung.

    Spesialis jantung dari RS Harapan Kita, Prof DR dr Bambang Budi Siswanto, MD, FIHA mengingatkan agar aktivitas fisik itu harus terukur.

    Artikel lain:
    Racun Timbel Bukan Hanya dari Bensin, Cek 7 Sumbernya
    Jessica Iskandar Terpuruk karena Cinta dan Alasan Kini Buka Hati
    Kulit Kering, Kasar seperti Kertas? Begini Solusinya

    "Aktivitas yang terukur dengan syarat nadi tidak boleh terlalu tinggi. Makanya, sebaiknya dilakukan tensi dulu," ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, Sabtu, 29 Juli 2017.

    ADVERTISEMENT

    Aktivitas fisik ringan bisa bermanfaat bagi orang yang mengalami gagal jantung karena dapat memperbaiki fungsi jantung, yakni dengan memperkuatnya untuk berdetak lebih efisien dan membantu memperbaiki gejala.

    Sebelum memulai, sebaiknya berkonsultasi dulu dengan dokter untuk memastikan kondisi dan mendapatkan saran agar aktivitas fisik yang dilakukan tidak memberi banyak tekanan pada jantung terlalu cepat.

    Aturan yang baik ialah sepanjang pasien masih bisa berbicara saat beraktivitas fisik. Jika tidak dapat berbicara, mungkin aktivitas yang dilakukan berlebihan.

    Hentikan aktivitas jika mengalami sesak napas, pusing, sakit dada, mual, dan mengeluarkan keringat dingin.

    Gagal jantung merupakan kondisi kesehatan serius ketika jantung tidak dapat memompa darah yang cukup ke seluruh tubuh. Hal ini karena melemahnya otot-otot jantung dari waktu ke waktu.

    Akibatnya, darah yang ada di dalam tubuh tidak dapat mengantarkan cukup oksigen dan makanan ke seluruh tubuh dan dapat mengakibatkan tubuh mudah lelah atau letih. 

    ANTARA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Makan di Warteg saat PPKM Level 4 dan 3 di Jawa - Bali

    Pemerintah membuat aturan yang terkesan lucu pada penerapan PPKM Level 4 dan 3 soal makan di warteg. Mendagri Tito Karnavian ikut memberikan pendapat.