Pasien Jantung, Jangan Setop MInum Obat dan Harus Resep Dokter

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi minum obat. Shutterstock

    Ilustrasi minum obat. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta -Ahli kesehatan mengingatkan mereka yang mengalami gagal jantung tidak boleh menghentikan asupan obatnya.

    "Kalau berhenti obat, akan rawat ulang lagi, biaya besar. Coba misalnya pakai daun tertentu karena dengar isu dari tetangga, dapatnya bisa gagal ginjal, cuci darah ujungnya. Jangan stop obat," ujar Spesialis jantung dari RS Harapan Kita, Prof. DR.dr Bambang Budi Siswanto, MD, FIHA di Jakarta, Sabtu. (baca: Kenali 7 Tanda Anak Potensial Menjadi Pelaku Bullying)

    Bambang menjelaskan, obat berguna meringankan beban kerja jantung melalui sistem molekular biologi sehingga perlahan jantung yang lemah bisa membaik. Tentu hal ini membutuhkan waktu lama, bisa bertahun-tahun.

    "Pelan-pelan jantung yang lemah jadi baik lagi. Bertahun-tahun. Makanya enggak mungkin setop obat," tegas dia.

    ADVERTISEMENT

    Obat yang dikonsumsi pun tak cukup satu jenis, melainkan lima. Oleh karenanya harga obat pasien gagal jantung relatif tidak murah dan inilah yang menjadi salah satu alasan pasien tak patuh meminum obat.

    Bambang tak menyarankan pasien jantung membeli obat tanpa berkonsultasi dulu dengan dokter karena penentuan dosis menjadi wewenang dokter demi menghindari efek samping seperti hipotensi dan gagal ginjal. (baca: Membawa Pekerjaan ke Rumah? Awas Prahara Mengintai)

    "Beli resep sendiri, makanya hipotensi. Dokter akan periksa dulu. Dosis bisa diatur oleh dokter," tutur dia.

    Selain obat-obatan, menerapkan gaya hidup sehat yakni pola makan sehat, mengurangi stres, cukup asupan air, melakukan aktivitas fisik yang cukup juga perlu dilakukan pasien.

    ANTARA



     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Warga Tak Punya NIK Bisa Divaksinasi, Simak Caranya

    Demi mencapai target tinggi untuk vaksinasi Covid-19, Kementerian Kesehatan memutuskan warga yang tak punya NIK tetap dapat divaksin. Ini caranya...