Peduli Hewan Laut? Jauhi Sedotan Plastik

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi sedotan. shutterstock.com

    Ilustrasi sedotan. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta -Anda sering minum menggunakan sedotan plastik? Jika ya, sebaiknya mulai sekarang Anda batasi penggunaannya, atau lebih baik lagi bila berhenti menggunakannya.

    Sedotan plastik sering dibuang setelah satu kali digunakan, dan akhirnya mencemari lingkungan dan membahayakan kehidupan laut, seperti penyu laut.

    Seperti disebutkan dalam laman Star2, sedotan plastik mungkin kecil, tapi sangat berbahaya bagi lingkungan dan satwa liar.

    Artikel lain:
    Kenali 7 Tanda Anak Potensial Menjadi Pelaku Bullying
    Kulit Kering, Kasar seperti Kertas? Begini Solusinya
    Membawa Pekerjaan ke Rumah? Awas Prahara Mengintai

    ADVERTISEMENT

    Menurut Ocean Conservancy, sebuah kelompok advokasi lingkungan nirlaba yang berbasis di Washington, Amerika Serikat, sampah plastik ditemukan pada 62 persen burung yang hidup di sekitar laut dan semua spesies penyu.

    Pada tahun 2015, sekelompok ahli biologi kelautan di Kosta Rika menemukan seekor penyu dengan sedotan plastik bersarang di lubang hidungnya. Panjang sedotan sekitar 10 cm. Kejadian itu menjadi pengingat bagaimana sedotan plastik bisa membahayakan kehidupan laut.

    Spesies laut tertarik dengan plastik, berpikir bahwa bahan yang berwarna adalah sumber makanan. Namun, sebagian besar plastik tidak terurai di laut (bahkan yang diberi label biodegradable), sementara yang lainnya hanya terpecah menjadi mikroplastik.

    Bahkan jika Anda tidak peduli dengan kura-kura, paus, atau burung yang tersedak sampah plastik, Anda mungkin ingin mengingat bahwa sampah kita akan sering menjadi bumerang kembali kepada kita.

    Hal ini karena ketika ikan atau kerang mengkonsumsi mikroplastik, dan manusia memakan ikan atau kerang itu, maka mikroplastik tersebut akan kembali ke tubuh kita.

    Jadi sebagai solusi, kenapa tidak minum langsung dari gelas, tanpa perlu menggunakan sedotan?

    Namun, jika Anda benar-benar masih ingin menggunakan sedotan, mohon pertimbangkan alternatif seperti anyaman bambu atau stainless steel.

    Selain sedotan kertas, sedotan bambu merupakan alternatif ramah lingkungan lainnya. Sedotan bambu biasanya dibuat dari tangkai bambu tipis dan juga memiliki sifat antibakteri.

    Sedangkan untuk sedotan stainless steel, ini bisa dilakukan dengan mudah tanpa khawatir rusak. Atau hanya berhenti menggunakan sedotan saja.

    LUCIANA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Warga Tak Punya NIK Bisa Divaksinasi, Simak Caranya

    Demi mencapai target tinggi untuk vaksinasi Covid-19, Kementerian Kesehatan memutuskan warga yang tak punya NIK tetap dapat divaksin. Ini caranya...