Jangan Makan Buah Tanpa Dicuci, Fatal Akibatnya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Buah Leci. shutterstock.com

    Ilustrasi Buah Leci. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Pada tahun 2014, lebih dari 100 anak meninggal setelah mengkonsumsi buah leci di di Muzaffarpur Bihar, India.

    Peristiwa ini menimbulkan kehebohan. Ada kekhawatiran buah leci mengandung racun. Namun, sebuah studi baru-baru ini menemukan bahwa kematian anak-anak itu bukan karena leci, melainkan karena pestisida, endosulfan. (baca: 7 Makanan Penghilang Gairah Bercinta)

    Penelitian ini dipublikasikan di The American Journal of Tropical Medicine and Hygiene baru-baru ini. Selama studi para peneliti menemukan bahwa sejumlah pestisida yang mencakup endosulfan yang telah dilarang sejak 2011 menyebabkan kerusakan otak di kalangan anak-anak.

    Selama penelitian, para peneliti mewawancarai keluarga yang bekerja di kebun leci. Hasilnya, kebanyakan anak ternyata mengkonsumsi leci yang jatuh di kebun buah dan mengupas kulit dengan giginya.

    ADVERTISEMENT

    Wabah itu terkait dengan eksposur kebun leci yang menggunakan bahan kimia secara rutin. Anak-anak mengalami pembengkakan otak yang menyerupai gejala ensefalitis akut dan akhirnya meninggal.

    Namun, pada awal Januari 2017, jurnal The Lancet Global Health, menerbitkan studi yang menyatakan bahwa kematian itu disebabkan oleh buah. Para peneliti mempelajari 390 pasien yang dirawat di dua rumah sakit rujukan di Muzaffarpur antara 26 Mei dan 17 Juli 2014 dengan gejala sindroma ensefalitis akut.(baca: Pakai Toner Setelah Membersihkan Wajah, Ditepuk atau Diusap?)

    Mereka menyimpulkan bahwa melewatkan makan malam setelah konsumsi leci menghasilkan kadar glukosa darah rendah dan ensefalopati akut yang memicu kejang dan koma, menyebabkan kematian dalam banyak kasus.

    BISNIS


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Greysia / Apriyani, Dipasangkan pada 2017 hingga Juara Olimpade Tokyo 2020

    Greysia / Apriyani berhasil jadi pasangan pertama di ganda putri Indonesia yang merebut medali emas di Olimpiade Tokyo 2020 pada cabang bulu tangkis.