Bayi Dibotaki, Benarkah Rambutnya Akan Lebih Bagus?

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi bantal bayi. Shutterstock

    Ilustrasi bantal bayi. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Banyak orang beranggapan rambut akan tumbuh lebih bagus dan lebat pada kepala yang gundul. Itu sebabnya kita kerap melihat sebagian besar rambut bayi, baik laki-laki maupun perempuan, dihabisi alias dibotaki. Baca: Tips Keramas, Menyisir, dan Mengikat Rambut buat Hijaber

    Pemakahaman ini bahkan terbawa sampai dewasa sehingga dipraktikkan juga oleh mereka. Seorang dokter sekaligus ahli implan rambut asal Luisiana, Amerika Serikat, Nicole Rogers meluruskan anggapan rambut yang indah dan tebal akan tubuh dari kepala gundul.

    "Menghabisi rambut tak mempengaruhi kondisi rambut yang akan tumbuh," ujar Nicole Rogers. Dengan begitu, keyakinan tadi mitos belaka. Baca juga: Jangan Buang Potongan Rambut, Bisa Atasi Pencemaran di Laut

    Menggunduli kepala, menurut Nicole Rogers, juga tidak akan memengaruhi siklus pertumbuhan rambut. Dia menjelaskan, yang mempengaruhi pertumbuhan rambut adalah nutrisi dan kondisi psikis seseorang.

    ADVERTISEMENT

    Pertumbuhan rambut bisa dipengaruhi oleh stres atau kurangnya nutrisi yang dibutuhkan tubuh. "Tapi menggunduli kepala bukan salah satu cara untuk membuat rambut tubuh lebih kuat atau lebih bagus," ujar Nicole Rogers.

    Seberapapun sering membabat habis rambut di kepala, Nicole Rogers melanjutkan, rambut yang tubuh akan tetap sama. Jadi, ketimbang berulang kali menggunduli kepala, lebih baik rawatlah rambut dengan baik. Caranya, pakai produk perawatan rambut yang mengandung kolagen dan hindari zat kimia dalam produk, serta peralatan semisal hair dryer atau catok, untuk menjaga kesehatan rambut. Artikel lainnya: Trik Merawat Rambut Indah ala Luna Maya

    TABLOIDBINTANG


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Pernikahan dan Hajatan saat PPKM Level 4 dan 3, Ada Sanksi jika Melanggar

    Pemerintah mengatur resepsi pernikahan saat PPKM Level 4 dan lebih rendah. Aturan itu diikuti sanksi bagi pelaku usaha, perorangan, dan kepala daerah.