Studi: Main Video Game Ampuh Atasi Stres Kerja

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi wanita bermain game di kantor. shutterstock.com

    Ilustrasi wanita bermain game di kantor. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Apakah Anda merasa stres, frustrasi, atau cemas di tempat kerja? Bermain video game bisa membantu mengatasinya, kata peneliti.

    Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang yang memainkan video game memperlihatkan pemulihan afektif lebih besar daripada kondisi relaksasi normal. Bermain video game mengembalikan kemampuan afektif seseorang, menjadikannya aktivitas yang sesuai untuk memulihkan mood sebagai respons terhadap stres. (Baca: Anak Ingin Jadi Vegetarian? Boleh Saja tapi Perhatikan Rambunya)

    Di sisi lain, orang yang beristirahat atau berelaksasi tanpa melakukan kegiatan apa pun, melaporkan bahwa mereka merasa kurang terlibat dalam pekerjaan dan mengalami kekhawatiran sebagai akibatnya.

    "Orang-orang harus menyediakan waktu untuk beristirahat dan melakukan aktivitas yang menarik dan menyenangkan, seperti video game, yang bisa membantu mengisi ulang energi mereka," kata Michael Rupp, mahasiswa doktoral di University of Central Florida di Amerika Serikat.

    Untuk studi yang dirinci dalam jurnal Human Factors: Journal of Human Factors and Ergonomics Society ini, Rupp dan timnya menggunakan latihan berbasis komputer untuk mendorong kelelahan kognitif pada 66 peserta, yang kemudian diberi waktu istirahat selama lima menit. (Baca: 5 Keuntungan Tidur Siang, Jangan Lupa Syaratnya)

    Selama jeda, peserta memainkan video game Sushi Cat atau duduk diam di ruang pengujian tanpa menggunakan telepon atau komputer.

    Pada berbagai waktu selama penelitian, para peneliti mengukur emosi para peserta, misalnya, tingkat stres dan mood, serta kinerja kognitif mereka.

    BOLDSKY | LUCIANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.