No Wori, Celana Tanpa Pembalut dari IPB

Reporter

Editor

Susandijani

Ilustrasi wanita mengenakan celana jeans ketat. AP/Alastair Grant

TEMPO.CO, Jakarta - Empat mahasiswa Program Diploma Institut Pertanian Bogor (IPB) menciptakan celana dalam wanita yang bisa digunakan saat menstruasi, tanpa harus menggunakan pembalut konvensional sekali pakai.

Mahasiswa Program Diploma Institut Pertanian Bogor (IPB) Zahiroh Maulida, Diane Friska, Laela Mustikasari dan Siti Habibah menciptakan celana dalam wanita yang dapat mengurangi pencemaran limbah pembalut . (Baca: 5 Tips Unggah Foto Makanan di Instagram dari Pakarnya)

Zahiroh mengatakan limbah pembalut dapat mencemari perairan, sehingga untuk mengurangi dampak limbah pembalut dibuat produk celana dalam anti pembalut "No Wori yang dapat dipakai berkali-kali.

"Celana dalam anti pembalut No Wori adalah inovasi kami yang sudah dilengkapi dengan bagian penyerap yang dapat digunakan wanita saat menstruasi," kata Zahiroh, Kamis.

Zahiroh menambahkan bahan celana dalam anti pembalut "No Wori" terbuat terbuat dari bahan-bahan kain yaitu celana dalam berbahan dasar kain microfleece, microfiber, waterproof breathable dan kain serat bambu yang nyaman dipakai serta memiliki struktur yang halus sehingga tidak menimbulkan iritasi.

Pembalut sekali pakai sekarang banyak terbuat dari plastik yang dapat merusak lingkungan alam. Selain tidak ramah lingkungan bahan pembalut sekali pakai mengadung bahan kimia yang dapat berisiko terkena kanker serviks. (baca: 5 Keuntungan Tidur Siang,Jangan Lupa Syaratnya)

Produk bernama "No Wori" yang artinya produk yang tidak perlu dikhawatirkan terhadap pencemaran lingkungan, tidak perlu khawatir terhadap iritasi di daerah kewanitaan yang dapat mengakibatkan penyakit kanker serviks, wanita juga tidak perlu khawatir tembus atau basah saat menggunakan celana dalam ini.

Untuk memaksimalkan tujuan pembuatan produk yang tidak mencemarkan lingkungan, Zahiroh membuat dua model celana dalam anti pembalut yaitu Orange Cream dan Blue Grey.

Kelebihan celana dalam anti pembalut "No Wori" ini bisa digunakan berulang-ulang, untuk pencuciannya bisa dilakukan seperti mencuci celana dalam biasa.

"Celana dalam anti pembalut tidak mempunyai efek samping, karena berprinsip untuk menjaga kesehatan reproduksi wanita dan mengurangi pencemaran lingkungan. Celana dalam ini juga mencegah berbagai penyakit yang timbul dari pembalut sekali pakai." Kata Zahiroh

Celana dalam anti pembalut "No Wori" telah diuji daya serapnya dengan menggunakan darah hewan yang relatif sama dengan darah manusia. Produk ini merupakan terusan dari program karsa cipta menjadi program kewirausahaan, sehingga produk ini bisa dipasarkan dan dikenal masyarakat untuk memaksimalkan tujuan diciptakannya celana dalam anti pembalut "No Wori" yaitu mengurangi pencemaran limbah "pembalut" sekali pakai. (Baca: McDCouture Collection. Fashion dari Kemasan McDonald)

Harga satu celana dalam adalah Rp 40.000 untuk semua ukuran.

"Produk No Wori ini disarankan penggunannya yaitu tiga kali sehari," kata Zahiroh.

ANTARA






Tips Menulis Esai Ilmiah dengan Baik, Mahasiswa Perlu Tahu

11 hari lalu

Tips Menulis Esai Ilmiah dengan Baik, Mahasiswa Perlu Tahu

Simak tips menulis esai ilmiah yang baik dari Universitas Airlangga.


Mengapa Tikus Digunakan sebagai Hewan Percobaan Medis?

23 Februari 2022

Mengapa Tikus Digunakan sebagai Hewan Percobaan Medis?

Para ilmuwan meneliti tikus, karena ukurannya yang kecil, mudah disimpan dan dipelihara. Tikus juga dapat beradaptasi di lingkungan baru


Rizky Putri, Lulusan Fakultas Psikologi Unpad Pertama Lewat Skema Artikel Ilmiah

2 Februari 2022

Rizky Putri, Lulusan Fakultas Psikologi Unpad Pertama Lewat Skema Artikel Ilmiah

Rizky Putri Amalia menjadi sarjana psikologi Unpad pertama yang lulus dengan skema artikel ilmiah sebagai pengganti skripsi.


Cara UMY Agar Karya Ilmiah Tak Sekedar Kejar Publikasi, Tapi Juga Solutif

25 Januari 2022

Cara UMY Agar Karya Ilmiah Tak Sekedar Kejar Publikasi, Tapi Juga Solutif

Rektor Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Gunawan Budiyanto menuturkan keberadaan karya ilmiah bisa menjadi solusi berbagai permasalahan.


Raja Salman Beri Penghargaan dan Dukung Penelitian Bidang Disabilitas

18 Januari 2021

Raja Salman Beri Penghargaan dan Dukung Penelitian Bidang Disabilitas

Raja Salman ingin meningkatkan peran Arab Saudi dalam penelitian ilmiah di bidang disabilitas.


Turki Bangun Pangkalan Ilmiah Bersama 30 Negara Lain pada 2019

20 Juni 2018

Turki Bangun Pangkalan Ilmiah Bersama 30 Negara Lain pada 2019

Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, mengumumkan rencana proyek pangkalan penelitian ilmiah di Antartika bersama 30 negara lain pada 2019.


Teliti Jintan Hitam Obat Kanker Mulut, Mahasiswa Jember Juara

3 April 2018

Teliti Jintan Hitam Obat Kanker Mulut, Mahasiswa Jember Juara

Tiga mahasiswi FKG Universitas Jember juara Moestopo Dentistry Scientific Competition berkat penelitian tentang jintan hitam sebagai obat kanker mulut


Salah paham yang Viral dalam Kentang Goreng, Simak Kata Peneliti

18 Februari 2018

Salah paham yang Viral dalam Kentang Goreng, Simak Kata Peneliti

Anda suka membeli kentang goreng di restoran siap saji? Awalnya peneliti Jepang mengatakan kentang goreng dapat menumbuhkan rambut. Ternyata..


Menumbuhkan Rambut dalam Beberapa Hari? Intip Penelitiannya

8 Februari 2018

Menumbuhkan Rambut dalam Beberapa Hari? Intip Penelitiannya

Tim ilmuwan di Jepang menemukan cara menumbuhkan rambut hanya dalam beberapa hari. Apakah minyak cepat saji juga bisa menumbuhkan rambut?


Ekstrovert Lebih Rentan Obesitas, Simak Hasil Penelitian Lainnya

30 November 2017

Ekstrovert Lebih Rentan Obesitas, Simak Hasil Penelitian Lainnya

Sebuah penelitian di University of Nottingham dan University of California melihat tipe kepribadian yang berbeda. Simak juga risiko penyakitnya.