Mengenal Epilepsi, Penyakit Sopir Angkot yang Tewas Saat Nyetir  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi angkot kota Bekasi. dok.TEMPO

    Ilustrasi angkot kota Bekasi. dok.TEMPO

    TEMPO.CO, Jakarta - Tewasnya supir angkutan kota U11 tujuan Muara Baru-Muara Angke bernomor polisi B 1400 QO, Andi Selamet alias Mamat, Senin, 24 Juli 2017 menyita perhatian banyak orang. Baca: Begini Kronologi Angkot Terbakar di Pluit 

    Mamat diketahui mengidap epilepsi yang diperkirakan kumat sehingga tak mampu mengendalikan mobilnya dan akhirnya menabrak trotoar, mobil terbalik dan terbakar di depan Mega Mall Pluit, Jakarta Utara. Baca juga: Memahami Jenis Epilepsi dan Terapi yang Tepat

    Seperti dilansir laman Very Well, epilepsi atau ayan adalah kondisi yang ditandai dengan sesuatu yang abnormal dan mirip serangan ke otak dan mengubah fungsi normal otak. Gangguan itu menyebabkan penderita kehilangan kesadaran dan kejang.

    Kehilangan kesadaran ini biasanya disebabkan oleh aktivitas elektrik yang tidak normal di otak dan akibatnya berbeda pada masing-masing orang. Pada kasus epilepsi, kejang terjadi ketika impuls listrik dihasilkan secara berlebihan sehingga menyebabkan perilaku atau gerakan tubuh yang tidak terkendali. Akan tetapi, tak semua orang yang kejang menderita ayan.

    ADVERTISEMENT

    Epilepsi biasanya sudah diderita sejak anak-anak. Kemudian, kebanyakan orang yang kehilangan kesadaran tak tahu apa penyebabnya atau apa yang telah terjadi pada mereka. Untuk mengetahuinya biasanya dibutuhkan informasi dari anggota keluarga atau teman dekat.

    Ada beberapa gejala epilepsi. Gejala itu bisa muncul sebelum pada saat, atau setelah penderita tidak sadarkan diri. Tak semua orang mengalami gejala di bawah ini, tergantung jenis kehilangan kesadaran yang dialami.

    1. Kontraksi atau kejang otot
    Kita selalu berpikir tubuh kejang-kejang itu tanda gejala ayan. Kejang juga bisa terjadi hanya di sebagian tubuh, misalnya di lengan, yang membuat barang yang dibawa jatuh. Kejang di kaki bisa menyebabkan penderita jatuh dan cedera.

    2. Kehilangan kesadaran
    Kehilangan kesadaran juga bisa terjadi total dan berlangsung selama beberapa detik sampai berjam-jam. Ada dua macam kehilangan kesadaran, yakni grand mal seizure dan petit mal seizure. Pada grand mal seizure, penderita benar-benar kehilangan kesadarannya dan diikuti kejang-kejang. Pada petit mal seizure gejalanya hanya seperti melamun, tatapan kosong, dan tidak merespons ketika disapa.

    3. Lemah
    Rasa lemah bisa terjadi pada jenis kehilangan kesadaran tertentu dan di bagian tubuh manapun. Contohnya di lengan, kaki, atau keduanya, kadang kelihatan seperti serangan stroke. Tapir rasa lemah itu akan hilang bila penderita sudah sadarkan diri.

    4. Kegelisahan
    Kegelisahan adalah gejala umum sebelum penderita kehilangan kesadaran, bahkan kadang sangat parah dan diiringi ketakutan. Ada pula yang merasa mual, pandangan buram, dan pusing sebelum kehilangan kesadaran.

    5. Menerawang
    Pandangan menerawang dan kosong juga sering dialami penderita ayan dan berlangsung hanya beberapa detik, biasanya juga diikuti gerakan berulang, seperti mengedipkan mata, gerakan di mulut atau jari-jari.

    6. Gerakan berulang
    Gerakan berulang juga bisa berupa melipat-lipat ujung baju, mengetuk-ngetukkan jari, mengunyah, atau mengulang kata-kata yang sama. Gerakan itu disebut otomatisme dan terjadi sebelum penderita kehilangan kesadaran.

    Berita terkait: Polisi: Sopir Angkutan Kota yang Terbakar di Pluit Tak Punya SIM

    PIPIT


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti Istilah Kebijakan Pemerintah Atasi Covid-19, dari PSBB sampai PPKM

    Simak sejumlah istilah kebijakan penanganan pandemi Covid-19, mulai dari PSBB hingga PPKM, yang diciptakan pemerintah sejak 20 April 2020.