Hari Anak: Si Kecil Boleh Pakai Gawai,tapi Simak Dulu Aturannya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi anak dan gadget/gawai. Shutterstock.com

    Ilustrasi anak dan gadget/gawai. Shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta -Ketua Umum Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI), Seto Mulyadi, atau akrab disapa Kak Seto mengingatkan anak-anak dalam menggunakan gawai harus ada aturannya.

    Seto dalam konferensi pers di Kementerian Kesehatan, Jakarta, Senin, mengatakan, dalam memanfaatkan penggunaan gawai pada anak-anak harus memiliki komitmen seperti aturan jadwal memainkannya.

    Dia  mencontohkan diri sendiri yang mengajari cucunya bernyanyi dan belajar bahasa Inggris justru dari gawai.

    "Cucu saya usia tiga tahun, sudah bisa menyanyikan lagu Komo tentang cuci tangan sebelum makan, cuci kaki sebelum tidur, justru melalui gawai yang diputar dan diproyeksikan ke televisi," kisah dia.

    Namun, Seto menekankan orangtua harus memberi pengertian bahwa ada waktu-waktu tertentu dalam penggunaan gawai. Dia menegaskan anak harus tahu bahwa gawai hanyalah sebagai alat bantu yang bisa dimanfaatkan pada saat-saat yang tepat.

    Seto mendukung pernyataan pendiri Microsoft, Bill Gates, yang menyarankan anak di bawah 14 tahun belum diperbolehkan menggunakan gawai.

    Menurut Seto, anak usia di atas 14 tahun dinilai bisa lebih memperimbangkan dan menyaring informasi-informasi yang baik dan buruk dari gawai dan internet.

    Kementerian Kesehatan menyelenggarakan kegiatan Hari Anak Nasional 2017 yang akan dilaksanakan pada Selasa 25 Juli 2017 dengan mengangkat tema penggunaan gawai dan sosial media pada remaja.

    Tujuan dilaksanakan kegiatan tersebut agar anak dan remaja dapat menggunakan gawai dan sosial media secara sehat, menjadikan aktivitas fisik dan makan buah sebagai gaya hidup, serta terampil melindungi diri dari kekerasan seksual.

    ANTARA

    baca juga :
    Hal yang Diinginkan Wanita Kata Zodiaknya
    Alasan Sayuran Sebaiknya Tak Dimasak
    Sate Hotdog Plus Marshmallow ala Ivanka Trump 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.