Senin, 10 Desember 2018

Ruben Onsu Bisnis I Am Geprek Bensu, Awalnya Demi Tolong Peternak

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ruben Onsu. TEMPO/Agung Pambudhy

    Ruben Onsu. TEMPO/Agung Pambudhy

    TEMPO.CO, Jakarta - Ruben Onsu buka cerita bagaimana dia membuka bisnis ayam goreng I Am Geprek Bensu. Ruben Onsu mengatakan semua itu bermula dari kebiasaannya membeli telur dari seorang peternak ayam. Baca: Ruben Onsu Unggah Foto Kue Ultah untuk Jupe, Netizen Sedih

    “Kebetulan saya sering beli telur ayam dari teman saya, agen telur di Bali. Sehabis meeting dan foto-foto dengan saya, ada peternak ayam yang tiba-tiba celetuk, 'Pak Ruben tolong kami, dong. Beli ayam kami. Kan telurnya sudah diambil’,” kata Ruben Onsu.

    Dari situ, Ruben Onsu kemudian mengajak mereka berdiskusi lalu disepakati dia akan membeli ayam peternak tadi. “Itu bukan peternak partai besar. Kasihan. Akhirnya saya beli,” kata Ruben, yang kini juga memasok ayam dari tiga distributor lain.

    Setelah dipikir matang-matang, Ruben Onsu memilih usaha ayam geprek. Sebab, ayam goreng merupakan makanan favorit masyarakat Indonesia. Apalagi disantap pakai sambal, sangat menggoda selera. “Untuk karyawan, adik saya, Jordi Onsu yang merekrut orang-orang yang minta pekerjaan kepada saya. Mereka ternyata mau. Katanya, yang penting punya penghasilan,” ujar Ruben.

    Ide nama I Am Geprek Bensu didapat ketika Ruben Onsu terjebak macet di jalanan Jakarta. Untuk membedakan dengan nama ayam geprek lain, Ruben menggunakan I Am di depan, dan Bensu di belakang. “Saya kasih nama asal ucap. Adik saya tanya, apa nama usahamu? Saya langsung jawab, I Am Geprek Bensu,” ujar Ruben.

    Penggunaan kata I Am, menurut Ruben Onsu, fleksibel untuk pengembangan usaha ke depan. Seandainya usaha ayam itu berhenti berkembang, Ruben berencana mengembangkan lagi dengan bahan baku bebek dan yang lainnya. "Karena itu, saya enggak pakai kata ayam di depan,” ujar dia.

    Gerai pertama I Am Geprek Bensu dibuka di kawasan Pademangan, Jakarta Utara, pada Maret 2017. Tidak besar namun cukup untuk menampung bahan baku dan karyawan yang berjumlah 5 orang. “Rencana awalnya bukan di situ. Tapi karena saya enggak ada anggaran lebih untuk sewa, ya sudah di situ saja. Lagi pula harga sewanya murah banget,” kata Ruben Onsu. Tak sangka, hari pertama buka 100 potong ayam habis terjual. “Buka jam 10.00, jam 14.00 sudah habis."

    Esok harinya, Ruben Onsu menambah jadi 200 potong ayam. Lagi-lagi, tak sampai jam 12.00, ayam I Am Geprek Bensu sudah ludes terjual. "Besoknya tambah 400 potong dan habis jam 17.00. Sejak itu jadi viral, banyak yang bilang enak, pedas, dan lainnya,” ujar Ruben.

    Untuk mempromosikan I Am Geprek Bensu, Ruben Onsu mengatakan hanya mengandalkan akun Instagramnya. “Saya enggak mengundang teman-teman media untuk promosi. Hanya pakai medsos sendiri. Padahal follower Instagram saya dibanding yang lainnya enggak seberapa,” ujar Ruben.

    Melihat usahanya berhasil, dua minggu kemudian Ruben Onsu membuka cabang di Depok. Animo masyarakat di sana, menurut dia, juga luar biasa. Gerai diserbu pembeli begitu dibuka Mei 2017. “Sebanyak 1.500 potong ayam ludes dalam 3 hari,” ujar Ruben. Baca juga: Unggah Foto Bareng Zaskia Gotik, Ruben Onsu Diberi Nasihat  

    TABLOIDBINTANG

    Berita lainnya:
    Syahrini Bikin Princess Cake dan Seleb yang Bisnis Kue Oleh-oleh
    Mau Bisnis Oleh-oleh Makanan? Simak Rahasia Sukses Fenita Arie


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kementerian Kominfo Memblokir Situs-Situs dengan Konten Radikal

    Kementerian Komunikasi dan Informasi telah memblokir 230 situs dan menghapus ribuan konten radikal dari berbagai platform.