Rachel Amanda Kena Kanker Tiroid, Jantung Berdebar dan Leher Bengkak

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rachel Amanda di acara seminar Sehatkah Tiroid? di Jakarta, 21 Juli 2017. TEMPO/Pipit

    Rachel Amanda di acara seminar Sehatkah Tiroid? di Jakarta, 21 Juli 2017. TEMPO/Pipit

    TEMPO.CO, Jakarta - Tiroid adalah kelenjar endokrin murni terbesar dalam tubuh manusia yang terletak di leher bagian depan. Tiroid terdiri dari lobus kiri dan kanan. Baca: 5 Makanan yang Menyehatkan Tiroid

    Penyakit atau gangguan tiroid adalah kondisi kelainan pada seseorang akibat adanya gangguan kelenjar tiroid, baik berupa perubahan bentuk kelenjar maupun perubahan fungsi, misalnya berlebihan atau berkurang.

    Salah satu penyakit akibat tiroid yang tidak normal adalah kanker. Kanker tiroid terjadi akibat pertumbuhan sel yang tidak terkendali dan bersifat ganas pada kelenjar tiroid. Penderitanya bukan hanya orang yang berusia di atas 20 tahun.

    Penyanyi dan pemain sinetron Rachel Amanda terserang kanker tiroid pada 2014, ketika usianya masih 19 tahun. "Awalnya saya menderita hipertiroid dan baru sadar setelah berat badan terus terun tapi leher bengkak dan lama-lama terasa mengganggu, jangtung deg-degan dan tidak kuat berdiri lama," kata Rachel pada peserta seminar edukator "Sehatkah Tiroidmu?" di Jakarta, Jumat 21 Juli 2017.

    Untunglah ia hidup di era digital sehingga bisa menggali banyak informasi dari internet. Ia juga menjalani operasi pada tumor di tiroidnya. Dan selama masa-masa menghadapi penyakit itu, Amanda mempercayakan perwatan sepenuhnya kepada tim medis. "Banyak keluarga saya yang dokter, jadi mereka enggak pernah menyarankan berobat alternatif," jelas mahasiswi Fakultas Psikologi Universitas Indonesia itu.

    Meski tumor pada tiroidnya sudah diangkat, Amanda tetap harus mengkonsumsi obat seumur hidup untuk memastikan masalah yang sama tidak terjadi lagi. Namun ia merasa tidak ada efek samping yang mengganggu aktivitasnya yang begitu banyak.

    "Kanker tiroid pertumbuhannya lambat. Pada tahap awal hampir tidak memiliki gejala tapi pada beberapa pasien dapat menimbulkan gejala seperti sakit tenggorokan, kesulitan menelan, suara menjadi serak, rasa sakit di leher, atau sesak napas," ujar Dr. Dante Saksono Herbuwono SpPD, K-EMD, PhD, ketua Jakarta Endocrine Meeting (JEM) 2017. Baca juga: Hidung Pesek, Salah Satu Ciri Si Kecil Kurang Hormon Tiroid

    PIPIT

    Berita lainnya:
    7 Kegiatan Pengusir Kantuk Setelah Makan Siang
    6 Alasan Mengapa Anda Tak Boleh Malas Mengganti Bantal
    Bernyanyilah Tak Peduli Seperti Apa Suaramu, Rasakan Manfaatnya


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.