Mengenal Jam Biologis Manusia, Mulai Bayi sampai Pekerja

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi bayi tidur. Shutterstock

    Ilustrasi bayi tidur. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Setiap manusia mempunyai jam biologisnya sendiri. Jam biologis dapat dibedakan menurut usia.

    Sleep physician dari Rumah Sakit Mitra Kemayoran Jakarta, Andreas Prasaja mengatakan jam biologis bayi yang baru lahir misalnya, hampir tidur selama 22 jam yang tersebar secara sporadis dalam sehari. Sementara orang tua baru malah kurang tidur. Dalam seminggu mereka bisa utang tidur 3 sampai 5 jam karena merawat anak.

    Mulai usia 6 bulan, jam biologis bayi berubah. "Mereka mulai tidur pada malam hari namun tetap tidur siang dua kali," kata Andreas.


    Ilustrasi bayi tidur.

    ADVERTISEMENT

    Mendekati usia 1 satu tahun, jam biologis anak mulai terkonsolidasi. Pada malam hari tidur, sementara tidur siang hanya sekali, kemudian pukul 20.00 bayi mulai mengantuk lagi. "Di sinilah, peran orang tua untuk membentuk jam biologis,” ujarnya.

    Andreas menjelaskan, jam biologis setiap manusia mengikuti perubahan aktivitas fisik, mental, dan perilaku selama 24 jam. Jam biologis seseorang bisa menentukan siklus tidur, produksi hormon, suhu tubuh, dan berbagai fungsi tubuh lainnya.

    Selain usia, beberapa unsur yang bisa mempengaruhi jam biologis adalah jetlag setelah bepergian jauh dan bekerja dengan sistem shift yang tidak menentu.


    Ilustrasi kerja lembur.

    TABLOIDBINTANG

    Berita lainnya:
    Menghilangkan Kantung Mata dengan Filler Seberapa Aman?
    Memahami Karbohidrat Kompleks dan Karbohidrat Sederhana
    Bernyanyilah Tak Peduli Seperti Apa Suaramu, Rasakan Manfaatnya


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Makan di Warteg saat PPKM Level 4 dan 3 di Jawa - Bali

    Pemerintah membuat aturan yang terkesan lucu pada penerapan PPKM Level 4 dan 3 soal makan di warteg. Mendagri Tito Karnavian ikut memberikan pendapat.