Memahami Karbohidrat Kompleks dan Karbohidrat Sederhana

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi kentang rebus. Mykingcook.com

    Ilustrasi kentang rebus. Mykingcook.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Karbohidrat adalah sumber utama energi tubuh dan bisa didapat dari berbagai makanan, mulai dari nasi, buah, sampai sayur. Karbohidrat dibagi menjadi dua jenis, sederhana dan kompleks. Perbedaan antara kedua jenis itu adalah struktur kimiawinya. Baca: Sumber Karbohidrat untuk Menunjang Dietmu

    Secara umum, karbohidrat sederhana dicerna dan diserap lebih cepat oleh tubuh. Karbohidrat sederhana hanya mengandung satu atau dua jenis gula, yakni fruktosa (pada buah) dan galaktosa (pada produk-produk susu). Kandungan satu jenis gula disebut monosakarid sedangkan yang dua jenis adalah disakarid.

    Karbohidrat kompleks mengandung tiga atau lebih zat gula dan disebut polisakarid. Menurut pakar diet Paige Smathers, semua jenis karbohidrat adalah sumber energi. Namun demikian, karbohidrat sederhana lebih cepat memberikan energi dibanding yang kompleks karena lebih cepat dicerna dan diserap.

    Karbohidrat sederhana bisa memicu naiknya kadar gula darah sedangkan yang kompleks memberikan simpanan energi lebih lama. Karena itu, asupan karbohidrat sederhana yang terlalu banyak bisa memicu terjadinya diabetes tipe 2 dan penyakit jantung.

    ADVERTISEMENT

    “Yang terbaik adalah berfokus untuk mengasup karbohidrat kompleks dalam pola makan, termasuk dari gandum dan sayuran,” kata Smathers kepada Live Science. Di dalam tubuh, karbohidrat dipecah menjadi unit-unit yang lebih kecil berupa gula, seperti glukosa dan fruktosa. Usus menyerap unit-unit kecil ini, yang kemudian memasuki aliran darah dan mengalir ke liver.

    Liver mengubah semua zat gula menjadi glukosa, yang kemudian dibawa oleh aliran darah dan didampingi insulin, lalu diubah menjadi tenaga untuk fungsi tubuh dasar dan aktivitas fisik. Artikel terkait: Menghindari Karbohidrat? Gangguan Fungsi Otak Mengintai

    Jika glukosa tak segera dibutuhkan untuk tenaga, maka tubuh akan menyimpannya hingga 2.000 kalori di liver dan otot-otot dalam bentuk glikogen. Bila simpanan glikogen sudah penuh, karbohidrat disimpan dalam bentuk lemak.

    Jika simpanan karbohidrat tidak cukup banyak, tubuh akan menggunakan protein sebagai sumber tenaga. Padahal tubuh membutuhkan protein untuk membentuk otot. Menggunakan protein dan bukan karbohidrat sebagai sumber tenaga juga akan memberi tekanan pada ginjal.

    Kekurangan karbohidrat juga bisa menyebabkan sistem saraf ousat menderita karena kekurangan glukosa. Akibatnya, timbul rasa pusing, fisik dan mental lemah. Keurangan glukosa atau zat gula disebut juga hipoglikemia. Orang yang tak cukup mengkonsumsi karbohidrat juga akan kekurangan serat, yang bisa menyebabkan sembelit dan masalah pencernaan. Baca juga: Karbohidrat Kunci Awet Muda Tom Cruise, Begini Rahasianya

    PIPIT


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Terlalu Cepat Makan, Bisa Berbahaya

    PPKM level4 mulai diberlakukan. Pemerintah memberikan kelonggaran untuk Makan di tempat selama 20 menit.