Mahal Pemeriksaanya, Tak Ada Kasus Obesitas yang Sehat

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • sxc.hu

    sxc.hu

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebagian orang beranggapan bobot tubuh, termasuk obesitas tidak menjadi ukuran kesehatan. Pandangan ini mengungkapkan mereka yang obesitas bisa jadi terbebas dari penyakit. Sebaliknya, mereka yang dicap kurus kemungkinan justru mengidap penyakit tertentu. Namun, menurut dokter ahli gizi Dr. dr. Samuel Oetoro, MS, SpGK, tidak ada kasus obesitas yang sehat.

    Kesehatan seseorang, ujar Samuel tidak hanya dilihat dari kadar kolesterol, gula darah, asam urat, SGPT dan SGOT (enzim hati). "Kebanyakan orang Indonesia hanya mengukur kesehatan dari hasil pemeriksaan tersebut," ucapnya ketika ditemui di kawasan Jakarta Selatan beberapa waktu lalu.

    Padahal mereka yang obesitas memerlukan pemeriksaan mediator inflamasi (peradangan) lainnya, seperti pemeriksaan CRP dan Interleukin 6. "Proses inflamasi ini biasanya tidak menimbulkan gejala dan membutuhkan waktu yang lama, hingga merusak pembuluh darah," jelas Samuel.

    Pemeriksaan medis ini masih jarang dilakukan karena memang belum umum diketahui masyarakat dan memakan biaya pemeriksaan yang cukup mahal.

    ADVERTISEMENT

    Saran Samuel, mereka yang obesitas namun merasa tubuhnya sehat, harus tetap mawas diri dan melakukan pemeriksaan medis secara rutin.

    TABLOIDBINTANG

    Artikel lain:
    3 Jurus Persiapan Pensiun, Masa Depan Lebih Terjamin
    Menghindari Karbohidrat? Gangguan Fungsi Otak Mengintai
    8 Tanda Bayi Sudah Tumbuh Menjadi Balita


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti Istilah Kebijakan Pemerintah Atasi Covid-19, dari PSBB sampai PPKM

    Simak sejumlah istilah kebijakan penanganan pandemi Covid-19, mulai dari PSBB hingga PPKM, yang diciptakan pemerintah sejak 20 April 2020.