Lowongan Kerja : Panduan Menulis Resume untuk Posisi Marketing

Reporter

Editor

Yunia Pratiwi

Ilustrasi CV/resume. Shutterstock

TEMPO.CO, Jakarta - Informasi lowongan kerja menjadi pijakan pertama sebelum melangkah ke tahap selanjutnya, yakni membuat resume. Resume, daftar riwayart hidup atau Curriculum Vitae berisi tentang identitas diri sehingga sangat penting dalam membuat kesan kepada bagian personalia.

Membuat resume lebih menantang untuk para lulusan baru karena terkadang merasa tidak punya ide bagaimana menulis sebuah resume yang baik. Jika ingin melamar pekerjaan di bidang marketing, pelajari 5 kesalahan umum yang biasanya dilakukan dan cara memperbaikinya.

1. Resume adalah alat memasarkan diri
Ingat bahwa Anda adalah produk yang Anda coba jual. Lihat diri sendiri sebagai  produk yang akan dipasarkan dan jual. Sebagai seorang lulusan pemasaran, resume Anda merupakan dokumen pemasaran yang paling penting yang ditulis.

Dengan menggunakan prinsip yang sama dalam menciptakan sebuah kampanye pemasaran yang hebat, Anda bisa menciptakan sebuah resume yang menonjol dari yang lainnya.

2. Tidak tahu target
Anda tidak akan pernah merencanakan sebuah kampanye pemasaran tanpa mengetahui target konsumen. Hal yang sama juga terjadi untuk resume Anda! Jika Anda tidak tahu siapa yang akan membaca resume dan hal apa sajakah yang mereka perlukan, bagaimana kemudian cara Anda untuk dapat menciptakan sebuah resume yang memenuhi kebutuhan mereka.

Sekali tahu siapa orang yang akan membaca resume, Anda bisa menyusunnya sehingga bisa menyampaikan hal-hal yang menarik untuk mereka. Untuk itu, perlu mengetahui jenis pekerjaan dan perusahaan yang akan dilamar.

Pertimbangkan hal-hal seperti peran apa yang akan Anda lakukan atau the role you will be playing, besarnya organisasi tersebut, industri dimana mereka beroperasi, seperti halnya kebutuhan mereka ketika menyiapkan sebuah resume.

Setelah bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan ini, Anda akan mengetahui keahlian yang perlu ditonjolkan, kata kunci yang harus digunakan dan sifat-sifat yang akan mereka anggap paling menarik. Termasuk yang Anda sebutkan dalam resume Anda! 

3. Tak tahu proporsi nilai diri
Setiap pribadi punya keahlian, karakteristik, dan pengalaman unik yang berbeda dari pencari kerja lainnya di luar sana. Campuran unik ini apakah menjadi suatu proporsi nilai Anda. Untuk mengembangkan suatu proporsi nilai, pikirkan tentang hal-hal yang menbuat Anda menonjol.

Mungkin Anda ahli dalam menulis artikel yang mengena, atau punya sebuah keahlian yang luar biasa dalam mengedit video, atau bahwa Anda adalah seorang dewa/ dewi sosial media. Gunakan keahlian ini untuk membuat Anda berbeda.  

Walaupun dalam skala besar, proporsi nilai Anda akan berdasarkan pada pekerjaan yang Anda lamar dan dimana. Inilah alasan mengapa poin nomor 1 sangatlah penting. Tujuan resume sebaiknya berfungsi sebagai pernyataan akan nilai yang Anda miliki. Gunakanlah bagian ini untuk meringkas kelebihan dan nilai utama yang bisa dibawa kepada pemimpin perusahaan potensial. Hal ini juga merupakan cara yang baik untuk membuat lamaran menjadi personal.  

4. Tidak punya strategi dalam menyampaikan pesan 
Sebagai seorang calon marketing, Anda sebaiknya tahu bahwa tidak bisa menjalankan kampanye pemasaran tanpa sebuah strategi yang jelas. Anda juga tidak bisa menulis sebuah resume yang baik tanpa terlebih dulu menentukan strategi dalam menyampaikan pesan.

Pikirkan tentang bagaimana cara terbaik dalam menyusun resume. Apa saja kata kunci yang ingin digunakan? Manakah jenis desain dan layout yang akan digunakan untuk lebih menekankan pesan?

Semua keputusan ini harus dibuat sebelum mulai menulis dan menempatkan target konsumen. Cara ini akan membuat Anda tahu bahwa resume akan segera menarik perhatian ketika pemimpin perusahaan yang prospektif membacanya.

5. Fokus pada nilai untuk perusahaan
Resume yang ekuivalen dengan hal ini adalah resume yang terlalu fokus pada tanggung jawab dan keahlian dari pekerjaan akan tetapi lupa menonjolkan nilai-nilai yang Anda bawa untuk perusahaan dengan menunjukkan keahlian yang dimiliki. 

Untuk memperkerjakan Anda, perusahaan-perusahaan perlu tahu seberapa besar mereka bisa meningkatkan bisnis dengan menjual lebih banyak. Tidak cukup dengan mengatakan apa saja yang telah Anda lakukan untuk mencapainya. Mereka ingin bukti kinerja yang kuat.

TABLOIDBITANG

Baca juga:

3 Jurus Persiapan Pensiun, Masa Depan Lebih Terjamin

Konvensional Vs Online, Bersaing atau Saling Menguntungkan?
Bangun Komunikasi Efektif di Kantor dan Nikmati Sukses Bersama






Bukan Cuma Butuh Skill, Ini Tips Bangun Karier untuk Generasi Muda

29 hari lalu

Bukan Cuma Butuh Skill, Ini Tips Bangun Karier untuk Generasi Muda

Generasi muda saat ini dinilai sudah banyak yang memiliki skill baik. Simak tips penting yang perlu dilatih untuk bangun bisnis sendiri.


Cerita Florence Pugh Banyak Orang Ingin Mengubah Dirinya di Awal Karier

33 hari lalu

Cerita Florence Pugh Banyak Orang Ingin Mengubah Dirinya di Awal Karier

Florence Pugh mengawali karier di industri film sejak berusia 19 tahun


Paulina Porizkova Cerita Perubahan Hidupnya Semakin Tua Semakin Keren

39 hari lalu

Paulina Porizkova Cerita Perubahan Hidupnya Semakin Tua Semakin Keren

Paulina Porizkova berterus terang tentang penuaan, bahwa dia memiliki kerutan dan tidak membuatnya terlihat jelek


Eva Mendes Selektif Pilih Proyek Film agar Bisa Lebih Banyak Waktu Bersama Anak

54 hari lalu

Eva Mendes Selektif Pilih Proyek Film agar Bisa Lebih Banyak Waktu Bersama Anak

Eva Mendes memiliki dua putri dengan Ryan Gosling, dia selektif terima proyek film dan memilih bisnis yang lebih fleksibel.


Constance Wu Menjadi Ibu Memperbaiki Hubungan yang Renggang dengan Ibunya

55 hari lalu

Constance Wu Menjadi Ibu Memperbaiki Hubungan yang Renggang dengan Ibunya

Constance Wu mengungkapkan lebih banyak detail dari memoar barunya yang sangat pribadi Making a Scene


Tak Menemukan Kebahagiaan dalam Pencapaian Bekerja, Apa Itu Arrival Fallacy?

29 September 2022

Tak Menemukan Kebahagiaan dalam Pencapaian Bekerja, Apa Itu Arrival Fallacy?

Arrival fallacy biasanya hanya memiliki pola pikir berorientasi pencapaian bekerja


Pencapaian Bekerja Keras dan Uang Apakah Pasti Kebahagiaan?

29 September 2022

Pencapaian Bekerja Keras dan Uang Apakah Pasti Kebahagiaan?

Arrival fallacy sebutan dalam Bahasa Inggris untuk menggambarkan tujuan yang tercapai setelah bekerja keras tak ada rasa bahagia


Bagi Charlize Theron Menjadi Ibu Lebih Penting daripada Ketenaran

23 September 2022

Bagi Charlize Theron Menjadi Ibu Lebih Penting daripada Ketenaran

Charlize Theron merasa lebih tertantang membuat roti panggang seenak buatan tetangganya


Cerita Brooke Shields Mendirikan Perusahaan di Usia 57 dan Mematahkan Stigma Penuaan

21 September 2022

Cerita Brooke Shields Mendirikan Perusahaan di Usia 57 dan Mematahkan Stigma Penuaan

Brooke Shields juga ingin mengubah status quo di ruang kecantikan, terutama jika menyangkut terminologi seputar penuaan


Gisele Bundchen Ingin Tom Brady Ikut Andil Mengasuh Anak-anaknya

14 September 2022

Gisele Bundchen Ingin Tom Brady Ikut Andil Mengasuh Anak-anaknya

Rumor keretakan rumah tangga antara Tom Brady dan Gisele Bundchen meningkat bulan lalu