Risiko Beli Makanan Kemasan dan yang Langsung Dimasak

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pasar/pedagang makanan buka puasa atau takjil. ANTARA/Risky Andrianto

    Ilustrasi pasar/pedagang makanan buka puasa atau takjil. ANTARA/Risky Andrianto

    TEMPO.CO, Jakarta - Hati-hati bagi Anda yang sering jajan makanan di luar rumah. Menurut dokter ahli gizi Monica Joice Viona Prasvita, makanan yang dibeli di luar rumah berisiko tinggi terkontaminasi bakteri bahkan mengancam kesehatan tubuh.

    Makanan tersebut dapat dibedakan ke dalam dua jenis, yaitu makanan yang telah tersedia di display dan makanan jadi yang dimasak langsung. "Kalau makanan jadi di-display, dia rentan terkontaminasi, karena makanan yang dibiarkan di luar kulkas lebih dari dua jam dengan suhu antara 30 sampai sekitar 60 derajat itu bakteri bisa tumbuh," ujarnya.

    Semakin lama makanan di-display semakin cepat bakteri tumbuh. Sedangkan makanan jadi yang dimasak langsung, menurut Monica, lebih rendah terkontaminasi bakteri karena mendapatkan suhu panas. Meski begitu ada bahaya lain yang mengancam. "Tetapi kemudian menjadi bahaya lagi adalah bahan pembungkusnya. Kalau tidak styrofoam, pakai plastik," ujarnya. 

    Lebih lanjut Monica menjelaskan ketika makanan bersuhu panas dikemas dalam plastik itu berbahaya karena plastik bukan wadah makanan. Jadi misalnya membawa makanan menggunakan plastik sebaiknya memperhitungkan waktu tempuhnya, ketika sampai di lokasi makanan harus segera dipindahkan.

    ADVERTISEMENT

    Tidak hanya itu, cara memasak juga dapat membahayakan tubuh. Oleh karena itu, dia menyarankan untuk memasak sendiri makanan yang akan dikonsumsi. "Cara memasaknya, biasanya banyak minyak jadi kalori tinggi. Volumenya sama, kalori tinggi, tapi kalau masak sendiri kita bisa kira-kira minyaknya," ujar Monica.

    ANTARA

    Baca juga:
    Remaja Rentan Bunuh Diri, Simak Tanda-tandanya
    Pasang Kondom dengan Benar, Cek 5 Kiatnya Agar Aman
    Wanita Lebih Rentan Kena Infeksi Saluran Kencing, Cek Gejalanya


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Makan di Warteg saat PPKM Level 4 dan 3 di Jawa - Bali

    Pemerintah membuat aturan yang terkesan lucu pada penerapan PPKM Level 4 dan 3 soal makan di warteg. Mendagri Tito Karnavian ikut memberikan pendapat.