Mana Lebih Bahagia, Jajan Sendiri atau Berbagi dengan Orang Lain?  

Reporter

Editor

Rini Kustiani

Ilustrasi memberi dan menerima. Shutterstock

TEMPO.CO, Jakarta - Sebuah penelitian yang dilakukan University of Zurich di Swiss mengungkapkan kunci meraih kebahagiaan atau metode pelipur lara yang mujarab.

Para peneliti mengungkapkan korelasi sikap dermawan dengan kebahagiaan. Periset membagi 50 partisipan penelitian menjadi dua kelompok, yakni eksperimental dan kontrol. Setiap partisipan diberi uang 25 franc Swiss atau sekitar Rp 350 ribu dalam seminggu dan harus dihabiskan.

Kelompok eksperimental diminta menggunakan uang itu untuk membeli hadiah atau makanan, kemudian diberikan kepada orang lain. Sementara kelompok kontrol diminta membelanjakan uang tersebut untuk memenuhi keinginan atau kebutuhan mereka.

Setelah itu, para peneliti memindai otak partisipan di kelompok eksperimental dan kontrol. Hasil pemindaian otak menunjukkan neuron di daerah otak yang terkait dengan sikap kedermawanan atau temporer-parietal junction mampu mengaktifkan neuron di ventral striatum yang berhubungan dengan kebahagiaan.

Proses tersebut ditemukan sangat aktif pada kelompok eksperimental yang bertindak dengan sikap kedermawanan. Rasa bahagia para peserta juga diukur menggunakan skala subyektif sebelum dan sesudah latihan ini. Dari situ, peneliti menemukan kelompok eksperimental lebih mungkin membuat pilihan dalam hidup ketimbang kelompok kontrol.

Selain itu, ketika seseorang bersikap baik, area otak yang berfungsi memberi rasa penghargaan, kebahagiaan, dan empati menjadi lebih aktif. "Studi ini membuktikan bahwa perilaku, saraf, dan rasa bahagia saling berhubungan satu sama lain," tulis peneliti, seperti dikutip dari Independent.

LUCIANA

Berita lainnya:
7 Alasan Tak Perlu Berteman dengan Pasangan di Media Sosial
Bangun Komunikasi Efektif di Kantor dan Nikmati Sukses Bersama
Wanita Lebih Rentan Kena Infeksi Saluran Kencing, Cek Gejalanya






83 Tahun Sigmund Freud Meninggal, Pemikirannya Tak Lekang Waktu

8 hari lalu

83 Tahun Sigmund Freud Meninggal, Pemikirannya Tak Lekang Waktu

Bagi seseorang yang sedang menyelami ilmu psikologi, tentu tidak asing lagi dengan Sigmund Freud. Pemikirannya masih bertahan hingga sekarang.


Apa Itu Sekolah Kepribadian?

8 hari lalu

Apa Itu Sekolah Kepribadian?

Sekolah kepribadian berfokus pengembangan individu


Doktor Psikologi UI Teliti Kepuasan Pernikahan pada Pasangan Bekerja, Apa Hasilnya?

35 hari lalu

Doktor Psikologi UI Teliti Kepuasan Pernikahan pada Pasangan Bekerja, Apa Hasilnya?

Pingkan meraih gelar doktor psikologi UI lewat disertasinya mengenai kondisi stres pasangan suami-istri.


Jaga Kesehatan Jiwa di Masa Pandemi agar Kualitas Hidup Tetap Baik

49 hari lalu

Jaga Kesehatan Jiwa di Masa Pandemi agar Kualitas Hidup Tetap Baik

Aspek kesehatan jiwa perlu menjadi perhatian bersama demi kesejahteraan psikologis masyarakat kala harus beradaptasi dengan situasi pandemi COVID-19.


5 Tahapan Terapi Psikososial

52 hari lalu

5 Tahapan Terapi Psikososial

Terapi psikososial bentuk pemulihan perilaku manusia di masyarakat


Kak Seto, Si Komo dan Dunia Anak-Anak

29 Juli 2022

Kak Seto, Si Komo dan Dunia Anak-Anak

Pembahasan perayaan Hari Anak Nasional tidak lengkap tanpa mengulik sosok Seto Mulyadi atau Kak Seto.


Terapi Psikologi untuk Pecandu Rokok

19 Juli 2022

Terapi Psikologi untuk Pecandu Rokok

Terapi SEFT bisa digunakan untuk mengatasi masalah psikologi secara umum. Namun, bisa pula digunakan untuk mengatasi kecanduan terhadap rokok.


5 Dampak Buruk Toxic Positivity

19 Juli 2022

5 Dampak Buruk Toxic Positivity

Toxic positivity membungkam emosi negatif


Self Compassion, Kenapa Belas Kasih kepada Diri Sendiri Perlu Dilakukan?

19 Juli 2022

Self Compassion, Kenapa Belas Kasih kepada Diri Sendiri Perlu Dilakukan?

Memahami penderitaan dan emosi negatif pada diri sendiri atauself compassion perlu dilakukan untuk keseimbangan emosi. Bagaimana caranya?


Indra Keenam, Bagaimana dalam Pandangan Kajian Psikologi?

15 Juli 2022

Indra Keenam, Bagaimana dalam Pandangan Kajian Psikologi?

Indra keenam merupakan persepsi tentang orang menerima informasi secara sadar mengenai peristiwa di luar diri