Ketika Terapi Autisme Tak Berhasil, Rencana B Harus Disiapkan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi anak autis jalani terapi. shutterstock.com

    Ilustrasi anak autis jalani terapi. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta -Kemampuan setiap individu bervariasi, termasuk mereka yang mengalami gangguan autisme

    Ada individu yang didiagnosis autisme namun bisa belajar hingga ke perguruan tinggi, ada juga yang kemampuannya tak kunjung berkembang meski bertahun-tahun mengikuti terapi.

    Jika anak tak menunjukkan kemajuan di bidang akademik meski usianya sudah 12 tahun, sebaiknya alihkan ke pelajaran yang bermanfaat untuk kehidupan sehari-hari, kata Psikolog dari UI Adriana Soekandar Ginanjar.

    "Orangtua harus realistis, jangan sampai anak sudah 13 tahun masih ngotot dimasukkan ke sekolah umum tapi anaknya masih pakai popok," kata Adriana di Jakarta beberapa waktu lalu.

    ADVERTISEMENT

    Saat buah hati terlihat tidak mampu untuk mengikuti pelajaran di sekolah, lebih baik ajari mereka keterampilan lain agar bisa mengurus diri sendiri kelak. 

    "Lebih penting baginya bisa mengatur diri sendiri, mengontrol emosi dan bisa menjalin hubungan lebih baik." (Baca Heboh Bullying: Sanksi untuk Pelaku Menanti)

    Yang dimaksud kemampuan mengurus diri sendiri adalah hal-hal yang dilakukan sehari-hari, seperti belajar membuka dan memakai baju, mandi sendiri, menyeberang jalan, memahami uang dan cara belanja.

    Jangan lupa menggali minat anak, bila sudah ketahuan aktivitas apa yang dia sukai, latihlah agar dia terampil di bidang tersebut. Bisa di bidang musik, memasak atau bahkan aktivitas membersihkan rumah.

    "Dan harus sering ajak anak dengan autis keluar rumah walau merepotkan."

    ANTARA

    Baca juga:
    Cemas Lihat Buih Kopi? Mungkin Anda Trypophobia,
    Apa Itu?
    Melihat Kasus Bullying? Simak Saran Psikolog


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM Darurat vs PPKM Level 4: Beda Istilah Sama Rasa

    Instruksi Mendagri bahwa PPKM Level 4 adalah pemberlakukan pembatasan kegiatan di Jawa dan Bali yang disesuaikan dengan level situasi pandemi.