Melihat Kasus Bullying? Simak Saran Psikolog  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi. sipse.com

    Ilustrasi. sipse.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Setiap orang pasti tahu harus bersikap seperti apa saat terjadi tindak perundungan atau bullying. Kita antara lain harus membela korban dan berusaha menghentikan pelaku.

    Akan tetapi, pada praktiknya hal itu sulit dilakukan. Lebih banyak orang memilih diam, atau justru ikut membuli tanpa sadar, misalnya dengan ikut menertawakan penderitaan korban.

    Menurut psikolog klinis dewasa Anna Margaretha Dauhan dari Pusat Informasi dan Rumah Konsultasi Tiga Generasi Jakarta, idealnya seseorang memang seharusnya berani menentang perilaku yang tidak tepat itu.

    "Bisa kita katakan pada pihak yang membuli untuk menghentikan hal tersebut dan mengajak korban menjauhi kerumunan agar tidak berlarut - larut," kata Anna.

    ADVERTISEMENT

    "Apabila sudah keterlaluan, kita bisa segera melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwenang, misalnya guru, dosen, atau petugas keamanan," lanjutnya.

    Sanksi sosial memang sebaiknya diberikan agar menjadi pembelajaran bahwa membuli bukanlah sikap yang dapat diterima. Apalagi bila korbannya adalah kelompok yang tergolong ringkih, seperti anak-anak, lansia, penyandang cacat, anak berkebutuhan khusus, atau orang sakit. Namun jika kita tidak bisa dan berani melakukan pembelaan langsung, minimal laporkan saja, saran Anna.

    "Laporkan ketika ada perilaku bullying terjadi. Bila terjadi di lingkungan akademis, hal ini biasanya ditindak lanjuti karena menjadi bagian dari tugas sekolah atau kampus untuk mencegah hal-hal semacam ini," ujar Anna. "Kalau bisa kita juga mendorong mereka untuk mengambil tindakan kepada para pelaku."

    TABLOIDBINTANG

    Artikel lain:
    Heboh Bullying: Pelaku Emosional, Bagaimana Karakter Korban?
    Dampak Bullying Bukan Sesaat, Efeknya Depresi Tak Berujung
    Salad Makaroni yang Creamy buat Bekal
     


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Makan di Warteg saat PPKM Level 4 dan 3 di Jawa - Bali

    Pemerintah membuat aturan yang terkesan lucu pada penerapan PPKM Level 4 dan 3 soal makan di warteg. Mendagri Tito Karnavian ikut memberikan pendapat.