Heboh Posting Foto Seksi, Pengaruh Sexting Tak Banyak yang Tahu

Reporter

Editor

Susandijani

Ilustrasi hacker/sosial media/Facebook. REUTERS/Dado Ruvic

TEMPO.CO, Jakarta - Banyak remaja yang melakukan sexting tidak menyadari risiko psikologi, sosial, bahkan peraturan hukum atas perbuatan tersebut. Sexting yaitu tindakan yang gemar mengirimkan foto seksi melalui ponsel pintar (smartphone) atau media sosial. Hal ini terungkap dalam penelitian yang dilakukan Donald Strassberg, dari University of Utah, Amerika Serikat, yang dipublikasikan dalam jurnal Archives of Sexual Behavior Springer dilansir dari laman EurekAlert!.

Teknologi komunikasi sangat berpengaruh terhadap kehidupan remaja. Orang dapat dengan cepat melakukan akses terhadap orang lain melalui jejaring sosial online tanpa terhalang jarak dan waktu, termasuk melakukan sexting, yang jelas menunjukkan paparan seksual pada remaja.

(Baca: Sedih Anaknya Terluka, Ina Thomas Posting di Instagram)

Di negara bagian Amerika, sexting yang dilakukan remaja di bawah usia 18 tahun mempunyai risiko hukuman. Selain itu, mereka akan mempunyai masalah psikologis yang serius.

Strassberg dan tim melihat remaja, disadari atau tidak, berpotensi melakukan sexting. Strassberg bersama timnya mengamati 606 pelajar dari sekolah swasta di Amerika Serikat bagian selatan untuk mengisi kuisioner tentang pengalaman mereka tentang seks (sexting) dan pemahaman tentang konsekuensi perbuatan tersebut.

Para siswa juga ditanya tentang perasaan mereka saat melakukan sexting, apakah hal tersebut wajar atau tidak. Hampir 20 persen siswa, berusia 14 tahun, mengatakan bahwa mereka telah melakukan sexting, dan hampir lebih dari dua kali. Bahkan lebih dari 25 persen telah meneruskannya kepada orang lain. (Baca: Pilih Melajang, Nikmati 5 Keuntungannya)

Lebih dari sepertiga yang melakukan sexting percaya ada konsekuensi legal dan jika mereka tertangkap. Oleh karena itu, orang tua harus melakukan komunikasi terhadap sang remaja dan memberitahukan risiko yang akan dihadapi.

DINA ANDRIANI






Perjuangan Katherine, Mahasiswa Unair yang Lulus dengan Gelar Ganda

1 hari lalu

Perjuangan Katherine, Mahasiswa Unair yang Lulus dengan Gelar Ganda

Katherine, mahasiswa Unair yang menjalani International Undergraduate Program jurusan Psikologi. Simak kisahnya.


83 Tahun Sigmund Freud Meninggal, Pemikirannya Tak Lekang Waktu

13 hari lalu

83 Tahun Sigmund Freud Meninggal, Pemikirannya Tak Lekang Waktu

Bagi seseorang yang sedang menyelami ilmu psikologi, tentu tidak asing lagi dengan Sigmund Freud. Pemikirannya masih bertahan hingga sekarang.


Apa Itu Sekolah Kepribadian?

14 hari lalu

Apa Itu Sekolah Kepribadian?

Sekolah kepribadian berfokus pengembangan individu


Doktor Psikologi UI Teliti Kepuasan Pernikahan pada Pasangan Bekerja, Apa Hasilnya?

41 hari lalu

Doktor Psikologi UI Teliti Kepuasan Pernikahan pada Pasangan Bekerja, Apa Hasilnya?

Pingkan meraih gelar doktor psikologi UI lewat disertasinya mengenai kondisi stres pasangan suami-istri.


Jaga Kesehatan Jiwa di Masa Pandemi agar Kualitas Hidup Tetap Baik

55 hari lalu

Jaga Kesehatan Jiwa di Masa Pandemi agar Kualitas Hidup Tetap Baik

Aspek kesehatan jiwa perlu menjadi perhatian bersama demi kesejahteraan psikologis masyarakat kala harus beradaptasi dengan situasi pandemi COVID-19.


5 Tahapan Terapi Psikososial

57 hari lalu

5 Tahapan Terapi Psikososial

Terapi psikososial bentuk pemulihan perilaku manusia di masyarakat


Kak Seto, Si Komo dan Dunia Anak-Anak

29 Juli 2022

Kak Seto, Si Komo dan Dunia Anak-Anak

Pembahasan perayaan Hari Anak Nasional tidak lengkap tanpa mengulik sosok Seto Mulyadi atau Kak Seto.


Terapi Psikologi untuk Pecandu Rokok

19 Juli 2022

Terapi Psikologi untuk Pecandu Rokok

Terapi SEFT bisa digunakan untuk mengatasi masalah psikologi secara umum. Namun, bisa pula digunakan untuk mengatasi kecanduan terhadap rokok.


5 Dampak Buruk Toxic Positivity

19 Juli 2022

5 Dampak Buruk Toxic Positivity

Toxic positivity membungkam emosi negatif


Self Compassion, Kenapa Belas Kasih kepada Diri Sendiri Perlu Dilakukan?

19 Juli 2022

Self Compassion, Kenapa Belas Kasih kepada Diri Sendiri Perlu Dilakukan?

Memahami penderitaan dan emosi negatif pada diri sendiri atauself compassion perlu dilakukan untuk keseimbangan emosi. Bagaimana caranya?