Tiga Sebab Frustasi Ketika Mencari Kerja

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi wanita mencari lowongan kerja. shutterstock.com

    Ilustrasi wanita mencari lowongan kerja. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Salah satu fase tersulit dalam hidup yang pernah kita rasakan adalah mencari pekerjaan. Kita berhadapan pada harapan dan penantian akan mendapat pekerjaan, yang terkadang memakan waktu hingga berbulan-bulan. Apa yang kala itu Anda rasakan?

    Frustrasi memikirkan mengapa belum ada panggilan kerja dari perusahaan? Atau membayangkan apakah pekerjaan yang didapat nantinya sesuai harapan? Pemikiran semacam itu wajar. Namun, terlalu memikirkannya bisa membuat Anda tertekan. Jika hal ini membebani pikiran, apa yang harus kita lakukan?

    Mayoritas para pencari kerja ialah mereka yang tengah mengalami masa transisi. Misalnya, seseorang yang baru menyelesaikan pendidikan lalu mencari lowongan kerja. Pada fase ini, pencari kerja mudah terkejut, mencoba beradaptasi sebisanya, dan rentan frustrasi. Direktur Eksekutif dari The Career Center Universitas Vanderbilt, AS, Katharine Brooks, Ed. D., mengatakan ada beberapa alasan mengapa sebagian orang benci mencari pekerjaan.

    “Alasan pertama, (pada fase mencari kerja) otak kita merasa tidak bisa memegang kendali. Otak manusia suka mengendalikan atau memegang kendali sedangkan ketika mencari pekerjaan, banyak ketidakpastian yang muncul seperti kapan lamaran akan diterima? Apakah ada orang lain yang lebih baik yang ikut melamar juga? Begitu banyak hal di luar kendali Anda,” ujar Katharine.


    Penyebab Frustrasi Ketika Mencari Kerja (Depositphotos)

    Hal lain yang tak disukai sebagian orang ketika mencari pekerjaan, perasaan ketidakadilan. Ketika orang tidak mengetahui mengapa dan bagaimana seseorang dipilih untuk sebuah posisi di dalam pekerjaan, pasti terlintas pertanyaan apakah proses penyeleksiannya adil?

    Tidak bisa dipungkiri bahwa ada beberapa pekerja yang mendapat pekerjaan berkat bantuan orang dalam dan itu membuat frustrasi para pekerja yang tidak memakai jasa orang dalam. Lebih lanjut ia menerangkan, sebagian orang cemas akan lingkungan kerja yang akan mereka masuki.

    “Anda tidak tahu apakah bos Anda akan menjadi mimpi buruk atau apakah rekan kerja baru nantinya mudah untuk diajak kerja sama? Ini membuat seseorang takut mengalami pengucilan di lingkungan kerja. Padahal, teman kerja menjadi salah satu faktor kepuasan kerja. Pahamilah tempat kerja tidak seburuk yang dipikirkan. Ketakutan hanya akan membuat Anda terjebak, sehingga takut untuk melangkah,” ujar Katharine.

    TABLOIDBINTANG

    Baca juga:
    Mau Bisnis Sosial? Intip Trik Nila Tanzil Bikin Travel Sparks
    Plus Minus Pekerja Lepas, Betulkah Tak Punya Waktu Sendiri?
    3 Alasan Mengapa Benci dan Takut Cari Kerja




     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.