Minggu, 25 Februari 2018

Pola Asuh Narsis, Jangan Lupa Ajarkan Anak Empati

Oleh :

Tempo.co

Senin, 17 Juli 2017 19:35 WIB
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pola Asuh Narsis, Jangan Lupa Ajarkan Anak Empati

    Ilustrasi anak berselfie dengan orang tua. amazonaws.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Orang tua narsis menaruh ekspektasi yang tinggi terhadap anak-anak mereka. Mereka mendorong anak untuk mahir berolahraga, berprestasi di sekolah, dan fotogenik. Selain itu, mereka meyakini anak-anak mereka spesial sehingga terkadang menolak menoleransi kekurangan.

    “Mereka melihat anak sebagai bagian dari diri mereka, seperti kaki tangan mereka. Dan ketika anak tidak berhasil mencapai tujuan, kekecewaan mereka dilampiaskan dengan menarik kasih sayang bahkan memutus hubungan,” ujar Ramani Durvasula, profesor psikologi Universitas Negeri California, AS.

    Fokus narsisisme ke pencapaian anak menciptakan sifat pada diri orang tua. Bahkan perang status di antara ibu-ibu—seperti ASI vs susu formula, ibu bekerja vs ibu di rumah, hingga vaksin vs nonvaksin—berakar dari penerapan pola asuh yang didasari sifat narsis.

    “Kita menciptakan dunia di mana hampir tidak mungkin untuk sukses kecuali Anda seorang narsistik,” ujar Durvasula. Akan tetapi, perlu dipahami kompetisi tidak selamanya hal buruk.

    Namun, Durvasula mengingatkan, agar tidak terjebak pada kompetisi yang bertolak dari sifat narsis, orang tua harus mampu mengimbangi kompetisi dengan empati dan kasih sayang terhadap anak. Doronglah anak untuk terus berprestasi, namun tekankan tujuannya untuk kebaikan anak, bukan agar anak dan Anda dipandang orang lain.

    Jangan mengurangi kebanggaan apalagi kasih sayang jika anak tidak bisa memenuhi harapan Anda. Berempatilah terhadap perasaan anak dengan tidak memandang kekurangan mereka sebagai sebuah kesalahan yang menurunkan derajat Anda sebagai orang tua.

    TABLOIDBINTANG

    Baca juga:
    Lika-liku Pernikahan Kirana Larasati hingga Berujung Perceraian
    Demi Anak, Begini Trik Agus Ringgo Memilih Pekerjaan
    Protektif, Begini Cara Heidi Klum Lindungi Anak dari Media


     

     

    Selengkapnya
    Grafis

    Billy Graham, Pendeta Penasehat Presiden Amerika Serikat, Wafat

    Billy Graham, pendeta paling berpengaruh dan penasehat sejumlah presiden AS, wafat di rumahnya dalam usia 99 tahun pada 21 Februari 2018.