3 Alasan Mengapa Benci dan Takut Cari Kerja

Reporter

Editor

Susandijani

Ilustrasi stres di kantor. Shutterstock

TEMPO.CO, Jakarta - Mencari pekerjaan mungkin salah satu fase sulit yang dirasakan oleh manusia. Kebanyakan orang yang mencari pekerjaan adalah orang yang tengah mengalami masa transisi misalnya, seseorang yang baru menyelesaikan pendidikan dan melangkah ke dunia selanjutnya yaitu bekerja. Di masa transisi, mungkin seseorang akan merasa terkejut dan belum menyesuaikan diri hingga kadang mengakibatkan frustasi.(baca :Bos Merasa Kesepian, Cek Pola Kepemimpinan)

Menurut Katharine Brooks, Ed. D., Direktur Eksekutif dari The Career Center di Universitas Vanderbilt, AS mengatakan bahwa ada beberapa alasan mengapa sebagian orang ‘benci’ mencari pekerjaan. “Alasan pertama adalah otak kita (manusia) merasa tidak bisa memegang kendali. Otak manusia sangat suka mengendalikan atau memegang kendali sedangkan ketika mencari pekerjaan, banyak ketidak pastian yang muncul seperti kapan lamaran Saya akan diterima? Apakah ada orang lain yang lebih baik dan ikut melamar juga? Begitu banyak hal di luar kendali Anda.” terang Katharine.

Kedua, yang tidak disukai oleh sebagian orang ketika mencari pekerjaan adalah perasaan ketidakadilan. Ketika orang tidak mengetahui mengapa dan bagaimana seseorang dipilih untuk sebuah posisi di dalam pekerjaan, pasti terbersit pikiran bahwa apakah proses penyeleksiannya adil? Tak bisa dipungkiri bahwa ada beberapa pekerja yang mendapat pekerjaan berkat bantuan ‘orang dalam’ dan itu membuat frustasi para pekerja yang tidak menggunakan ‘jasa’ tersebut. (baca : Diabetes Bisa Sebabkan Gagal Jantung, Cek 6 Pemicu Lainnya)

Ketiga,  Katharine menerangkan bahwa sebagian orang cemas akan lingkungan kerja yang akan dijalani. “Anda tidak tahu apakah bos Anda akan menjadi ‘mimpi buruk’ atau apakah rekan kerja baru nantinya akan mudah untuk diajak kerja sama? Hal tersebut membuat orang mengalami ketakutan akan mengalami pengucilan di lingkungan kerja padahal, teman kerja menjadi salah satu faktor kepuasan kerja. Pahamilah bahwa tempat kerja tidak seburuk yang dipikirkan. Ketakutan tersebut membuat Anda terjebak sehingga takut untuk melangkah,” tutup Katharine.

TABLOIDBINTANG






83 Tahun Sigmund Freud Meninggal, Pemikirannya Tak Lekang Waktu

3 hari lalu

83 Tahun Sigmund Freud Meninggal, Pemikirannya Tak Lekang Waktu

Bagi seseorang yang sedang menyelami ilmu psikologi, tentu tidak asing lagi dengan Sigmund Freud. Pemikirannya masih bertahan hingga sekarang.


Apa Itu Sekolah Kepribadian?

3 hari lalu

Apa Itu Sekolah Kepribadian?

Sekolah kepribadian berfokus pengembangan individu


Doktor Psikologi UI Teliti Kepuasan Pernikahan pada Pasangan Bekerja, Apa Hasilnya?

31 hari lalu

Doktor Psikologi UI Teliti Kepuasan Pernikahan pada Pasangan Bekerja, Apa Hasilnya?

Pingkan meraih gelar doktor psikologi UI lewat disertasinya mengenai kondisi stres pasangan suami-istri.


Jaga Kesehatan Jiwa di Masa Pandemi agar Kualitas Hidup Tetap Baik

44 hari lalu

Jaga Kesehatan Jiwa di Masa Pandemi agar Kualitas Hidup Tetap Baik

Aspek kesehatan jiwa perlu menjadi perhatian bersama demi kesejahteraan psikologis masyarakat kala harus beradaptasi dengan situasi pandemi COVID-19.


5 Tahapan Terapi Psikososial

47 hari lalu

5 Tahapan Terapi Psikososial

Terapi psikososial bentuk pemulihan perilaku manusia di masyarakat


Kak Seto, Si Komo dan Dunia Anak-Anak

59 hari lalu

Kak Seto, Si Komo dan Dunia Anak-Anak

Pembahasan perayaan Hari Anak Nasional tidak lengkap tanpa mengulik sosok Seto Mulyadi atau Kak Seto.


Terapi Psikologi untuk Pecandu Rokok

19 Juli 2022

Terapi Psikologi untuk Pecandu Rokok

Terapi SEFT bisa digunakan untuk mengatasi masalah psikologi secara umum. Namun, bisa pula digunakan untuk mengatasi kecanduan terhadap rokok.


5 Dampak Buruk Toxic Positivity

19 Juli 2022

5 Dampak Buruk Toxic Positivity

Toxic positivity membungkam emosi negatif


Self Compassion, Kenapa Belas Kasih kepada Diri Sendiri Perlu Dilakukan?

19 Juli 2022

Self Compassion, Kenapa Belas Kasih kepada Diri Sendiri Perlu Dilakukan?

Memahami penderitaan dan emosi negatif pada diri sendiri atauself compassion perlu dilakukan untuk keseimbangan emosi. Bagaimana caranya?


Indra Keenam, Bagaimana dalam Pandangan Kajian Psikologi?

15 Juli 2022

Indra Keenam, Bagaimana dalam Pandangan Kajian Psikologi?

Indra keenam merupakan persepsi tentang orang menerima informasi secara sadar mengenai peristiwa di luar diri