Demi Anak, Begini Trik Agus Ringgo Memilih Pekerjaan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto pernikahan Ringgo Agus Rahman dan Sabai Morscheck. Instagram.com

    Foto pernikahan Ringgo Agus Rahman dan Sabai Morscheck. Instagram.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Tumbuh kembang anak takkan terulang kedua kalinya. Ringgo Agus Rahman tak mau melewatkan kesempatan berharga sebagai seorang ayah.

    Demi putra semata wayangnya, Bjorka Dieter Morscheck, Ringgo semakin selektif memilih pekerjaan.

    Ringgo memprioritaskan pekerjaan yang membuatnya tetap bisa bertemu dan melewatkan waktu berkualitas bersama keluarga. Sebab, sang buah hati pernah tidak mengenalinya gara-gara ditinggal syuting selama sebulan.

    Baca juga :
    Tonik Mentimun, Resep Segar di Siang yang Terik
    Transformasi Gudeg, dari Kendil sampai Kemasan Kaleng

    Diabetes Bisa Sebabkan Gagal Jantung, Cek 6 Pemicu Lainnya

    "Dia lupa sama gue, padahal video call tiap hari. Baru setelah tiga hari normal lagi, sebelumnya kalau melihat gue dia nangis," tutur Ringgo di Jakarta, Kamis  13 Juli 2017.

    Saat ini, Ringgo rela melewatkan pekerjaan dengan honor menggiurkan ketimbang harus berpisah dengan anak istri dalam waktu lama. Lagipula, kata Ringgo, saat ini dirinya bisa lebih bersantai dalam memenuhi isi pundi-pundi, mengingat putranya masih belia.

    "Dia juga belum bisa minta apa-apa, dikasih bola plastik juga senang," gurau Ringgo.

    Menjadi orangtua adalah dunia baru bagi Ringgo. Dulu, Ringgo mengaku bingung bila harus bermain dengan anak kecil. Begitu dikaruniai anak, dia merasakan kebahagiaan yang belum pernah dialaminya selama ini.

    Ringgo adalah salah satu pemain dalam film "Berangkat!" yang juga dibintangi oleh Ayushita Nugraha, Tarra Budiman dan Tanta Ginting. Rencana tayang 3 Agustus 2017.

    ANTARA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggerogotan Komisi Antirasuah, Isu 75 Pegawai KPK Gagal Tes Wawasan Kebangsaan

    Tersebar isu 75 pegawai senior KPK terancam pemecatan lantaran gagal Tes Wawasan Kebangsaan. Sejumlah pihak menilai tes itu akal-akalan.