Selasa, 13 November 2018

Cokelat Hitam Bisa Bikin Langsing, Begini Caranya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • srbijanet.rs

    srbijanet.rs

    TEMPO.CO, Jakarta - Cokelat hitam dapat membuat tubuh menjadi langsing. Cokelat hitam terdiri dari setidaknya 70 persen kakao, mengandung sedikit gula tambahan, asam lemak tak jenuh tunggal, dan memiliki rasa pahit yang mengurangi jumlah makanan yang dikonsumsi secara tidak langsung. Sedangkan cokelat putih dan cokelat susu mengandung banyak tambahan gula dan mengandung susu.

    Dari segala kelebihan cokelat hitam itu, berikut 3 alasan mengapa cokelat hitam bisa membuat Anda lebih langsing.

    1. Makan pada waktu yang tepat
    Konsumsi cokelat 20 menit sebelum dan 5 menit setelah makan siang dan makan malam dapat mengurangi nafsu makan hingga 50 persen.

    2. Melawan lonjakan gula
    Ternyata cokelat bisa melawan lonjakan gula. Dalam sebuah studi dari Universitas L'Aquila di Italia, orang yang makan cokelat setiap hari selama 15 hari berturut-turut mengalami penurunan potensi resistensi insulin hingga hampir 50 persen.

    Cokelat hitam juga mengandung lemak sehat, yang memperlambat penyerapan gula ke dalam aliran darah. Itu membantu mencegah lonjakan insulin. Lonjakan insulin dapat mematikan mekanisme pembakaran lemak tubuh Anda dan membuat Anda lapar lagi beberapa jam kemudian.

    3. Menahan nafsu makan
    Sementara itu, para ilmuwan Swiss menemukan bahwa cokelat hitam mengurangi efek metabolik tubuh dari stres, dan para peneliti Universitas Kopenhagen telah menunjukkan bahwa mengunyah cokelat hitam membuat Anda terbebas dari perasaan mengidam makanan manis, asin, dan berlemak.

    TABLOIDBINTANG

    Berita lainnya:
    Bubuk Cokelat Dihirup, Apa Kata Pakar?
    Dewi Hughes Ogah Punya Pasangan, Apa Motivasi Hidupnya Sekarang?
    Sophia Latjuba Bagi Rahasia Langsing dan Bugar


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hari Ayah, Diprakarsai Bukan oleh Para Bapak

    Setiap tanggal 12 November kita memperingati Hari Ayah yang ternyata diprakarsai bukan oleh para bapak tapi oleh Perkumpulan Putra Ibu Pertiwi.