Diabetes Bisa Sebabkan Gagal Jantung, Cek 6 Pemicu Lainnya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi gagal jantung. shutterstock.com

    Ilustrasi gagal jantung. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta -Apa sebenarnya yang disebut gagal jantung? Kondisi ini  telah merenggut nyawa aktor Nelsan Ellis, salah satu pemeran dalam serial populer "True Blood". Ellis meninggal dunia dalam usia 39 tahun akibat gagal jantung. Hal itu disampaikan oleh manajer Ellis, Emily Gerson Saines, Sabtu, 8 Juli 2017.

    Menurut laman TMZ dua hari kemudian, Ellis mengalami gagal jantung dengan pemicu komplikasi alkohol di saat ia mulai berusaha berhenti mengkonsumsi minuman beralkohol.

    Menurut National Institutes of Health di Amerika Serikat, gagal jantung terjadi bila organ vital itu tak mampu memompa cukup darah untuk memenuhi kebutuhan tubuh. Penyebabnya bisa jadi karena tak ada cukup darah di jantung atau jantung tak cukup kuat untuk memompa darah ke seluruh tubuh.

    Gagal jantung bisa terjadi akibat kondisi-kondisi lain yang merusak atau membebani otot jantung dan membuatnya lemah. Saines tak menjelaskan secara rinci apa penyebab kegagalan jantung Ellis, tapi sejumlah kondisi bisa menyebabkan gagal jantung, seperti:

    ADVERTISEMENT

    1. Penyakit jantung koroner
    Kondisi ini terjadi karena kerak yang menempel di pembuluh darah dan mengurangi aliran darah ke jantung. Inilah penyebab gagal jantung paling umum menurut Mayo Clinic. Penyakit jantung koroner bisa menyebabkan serangan jantung, di mana gumpalan darah menghambat aliran darah ke jantung. Ketika terjadi serangan jantung, organ ini akan mengalami kerusakan yang membuat ototnya lemah.

    2. Diabetes
    Dalam beberapa kasus, kadar gula darah yang tinggi pada penderita diabetes bisa merusak dan melemahkan otot jantung sehingga menyebabkan gagal jantung.

    3. Tekanan darah tinggi
    Pada penderita tekanan darah tinggi, jantung harus bekerja lebih keras dari biasanya untuk memompa darah, begitu menurut Asosiasi jantung Amerika (AHA). Sering kali, otot jantung yang bekerja terlalu keras menjadi lebih lebar tapi juga lebih lemah sehingga menyebabkan gagal jantung.

    4. Masalah katup jantung
    Katup pada jantung membantu darah mengalir ke tujuan yang tepat. Tapi bila terjadi kerusakan pada katup, jantung harus bekerja lebih keras untuk menjaga aliran darah. Beberapa kondisi bisa menyebabkan kerusakan katup, termasuk masalah bawaan dari bayi, infeksi jantung, atau penyakit jantung koroner.

    5. Kardiomiopati
    Ketika otot jantung melebar, mengeras, atau kaku, maka pemilik jantung tersebut dikatakan mengalami kardiomiopati. Beberapa faktor bisa menjadi penyebab, misalnya kecanduan alkohol atau narkoba, paparan racun tertentu, macam metal berat, atau infeksi virus di otot jantung, serta bisa juga karena keturunan.

    6. Irama jantung tidak normal
    Bila ada yang tak beres dengan irama jantung, gagal jantung bisa menjadi akibatnya. Contohnya bila jantung berdetak terlalu cepat atau tidak teratur, maka organ tersebut harus bekerja lebih keras dari biasanya. Bila terjadi berulang kali, maka otot jantung akan melemah. Andai jantung berdetak terlalu lambat, maka organ ini tak mampu mengalirkan cukup darah ke seluruh tubuh, yang juga bisa menyebabkan gagal jantung.

    7. Masalah jantung bawaan
    Kondisi ini sudah ada sejak penderitanya lahir. Dalam beberapa kasus penyakit jantung, jantung atau biliknya tidak terbentuk secara sempurna, yang berarti jantung harus bekerja lebih keras untuk memompa darah.

    PIPIT

    Baca juga :
    5 Alasan Mengapa Wanita Bertubuh Besar Lebih Asyik
    Murah Hati Membuat Bahagia, Ini Penjelasan Ilmiahnya
    Tidur dan Komplikasi Persalinan, Apa Hubungannya? 


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Medali Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020, Ada Greysia / Apriyani

    Indonesia berhasil menyabet 5 medali di Olimpiade Tokyo 2020. Greysia / Apriyani merebut medali emas pertama, sekaligus terakhir, untuk Merah Putih.