Transformasi Gudeg, dari Kendil sampai Kemasan Kaleng

Reporter

Gudeg kemasan. antarnews.com

TEMPO.CO, Jakarta - Gudeg adalah sajian sayur nangka manis gurih berwarna cokelat dengan lauk ayam, tahu, dan tempe, dipadukan dengan sambal krecek, kerupuk kulit sapi, pedas.

Saat ini, gudeg makin bervariasi. Salah satu yang terkenal adalah gudeg mercon super-pedas yang jauh dari citra legit. Salah satu yang populer adalah Gudeg Mercon Bu Tinah. Tak seperti warung kebanyakan, tempat gudeg ini mirip gubuk di pinggir sawah. Bila libur Lebaran tiba, gudeg ini habis sebelum jam 1 dinihari saking ramai diserbu pembeli. Padahal warung ini mulai buka pukul 9 malam.

Persis seperti namanya, gudeg ini punya rasa yang membakar lidah. "Kami mencari rasa gudeg yang berbeda dari kebanyakan gudeg. Berawal dari coba-coba," kata Parni, peracik gudeg mercon Bu Tinah.

Gudeg ini berbahan baku nangka muda atau gori dalam bahasa Jawa. Hanya, ditambah campuran kuah sangat pedas dan gurih dengan irisan cabai rawit bercampur biji-biji cabai terlihat jelas. Tentu saja ada potongan krecek dengan sentuhan petai disajikan di atas nasi hangat.

Ngatinah menciptakan rasa pedas karena jenuh dengan rasa manis yang umum pada gudeg. Setiap kali memasak gudeg, Ngatinah menyiapkan lima kilogram cabai rawit bersama sepuluh kilogram nangka muda. Rasa pedas itulah yang membuat gudeg ini menjadi populer.

Sensasi gudeg berbeda juga dapat dirasakan di Gudeg Mangut Mbah Marto. Rasa gudegnya manis-gurih seperti gudeg pada umumnya. Hanya, Mbah Marto menambahkan mangut lele yang rasa pedasnya ekstrem. Ada juga variasi lauk lainnya, seperti opor ayam atau garang asem. Semua menu tersebut dihidangkan di atas amben (balai-balai) bambu yang berada di dapur.

Inovasi gudeg lebih mutakhir dihadirkan oleh Gudeg Bu Tjitro yang bekerja sama dengan Balai Pengembangan Proses dan Teknologi Kimia Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia untuk mengolah gudeg dalam kaleng. Hasilnya adalah gudeg kaleng yang awet disimpan dalam kaleng dan higienis. "Kami menggunakan teknologi hampa udara dengan sterilisasi suhu 121 derajat Celsius dan tekanan dua atmosfer sehingga bakteri mati," kata Pemimpin Produksi Gudeg Kaleng Bu Tjitro 1925, Jumirin.

Gudeg kaleng mulai diproduksi pada 2011. Sejak itu, permintaan terus meningkat sehingga pengelola mesti menambah mesin-mesin produksi untuk pengalengan di Jalan Solo, Yogyakarta, pada 2016. Saat ini, rata-rata 15 ribu kaleng terjual per bulannya.

Gudeg Bu Tjitro meraup manisnya bisnis gudeg kaleng saat libur Lebaran ini. Sebanyak 1.699 kaleng ludes. Kebanyakan membawanya sebagai buah tangan. Berkat kemasan yang praktis, gudeg ini sudah melancong hingga Inggris, Belanda, dan Australia.

SHINTA MAHARANI | DINI PRAMITA

Berita lainnya:
Cikal Bakal Gudeg, Masakan Rakyat dari Jawa
Cara Mengolah Nanas untuk Tubuh Sehat dan Cantik
Sup Bawang Putih, Resep Sederhana Penyelamat Nyawa






Klangenan Jajanan Lawas Joglosemar di Kelapa Gading

3 hari lalu

Klangenan Jajanan Lawas Joglosemar di Kelapa Gading

Festival jajanan lawas Kampung Tempo Doeloe buka setiap hari hingga 9 Oktober 2022.


Pasar Semawis Semarang, Sejak Imlek 2004

6 hari lalu

Pasar Semawis Semarang, Sejak Imlek 2004

Di Pasar Semawis Semarang pengunjung hanya boleh berjalan kaki karena kawasan itu bebas kendaraan bermotor.


Pedagang Kuliner Harap Pembatalan Program Kompor Listrik Bukan Sekadar Gimmick

8 hari lalu

Pedagang Kuliner Harap Pembatalan Program Kompor Listrik Bukan Sekadar Gimmick

Pembatalan membuat para pedagang lega dari bayang-bayang beban biaya operasional untuk bermigrasi ke kompor listrik.


KJRI Toronto Promosi Kuliner dan Seni Budaya Indonesia ke Warga Kanada

10 hari lalu

KJRI Toronto Promosi Kuliner dan Seni Budaya Indonesia ke Warga Kanada

KJRI Toronto menyelenggarakan Indonesia Food Festival di Yonge and Dundas Square pada 24 September 2022 untuk promosi budaya dan kuliner nusantara


Kalau ke Tanjung Lesung, Jangan Lupa Coba Ragam Kuliner Asiknya

16 hari lalu

Kalau ke Tanjung Lesung, Jangan Lupa Coba Ragam Kuliner Asiknya

Di Tanjung Lesung hingga kawasan lainnya di Banten, sate bisa disajikan dari ikan. Hanya saja, ikan bandengnya tanpa duri.


4 Kudapan Goyang Lidah Kuliner Sulawesi Selatan

16 hari lalu

4 Kudapan Goyang Lidah Kuliner Sulawesi Selatan

Kuliner khas Sulawesi Selatan banyak ragamnya, setidaknya 4 kudapan popuker ini mewakilinya.


Kuliner Khas Kebumen yang Sayang Kalau Anda Lewatkan, Sate Ambal Salah Satunya

18 hari lalu

Kuliner Khas Kebumen yang Sayang Kalau Anda Lewatkan, Sate Ambal Salah Satunya

Kebumen ebagai daerah wisata, Kebumen selain memiliki obyek wisata alam dan sejarah, juga mempunyai kuliner khas. Sate Ambal salah satunya.


6 Kuliner Khas Sulawesi Selatan yang Paling Dicari, Pisang Epe sampai Pallubasa

18 hari lalu

6 Kuliner Khas Sulawesi Selatan yang Paling Dicari, Pisang Epe sampai Pallubasa

Ragam kuliner dari Provinsi Sulawesi Selatan, apa saja selain coto Makassar dan sop Konro? Perlu coba Pallubasa.


Jakarta Kulinary Edition 2022, Berburu Kuliner Sambil Rayakan Halloween di Kuningan City

19 hari lalu

Jakarta Kulinary Edition 2022, Berburu Kuliner Sambil Rayakan Halloween di Kuningan City

Jakarta Kulinary Edition kali ini, Kuningan City Mall juga mempersembahkan activity spesial edisi Halloween yang dapat dinikmati oleh pengunjung.


Wisatawan ke Semarang Jangan Lewatkan Cicip 7 Kuliner Khas Ini

19 hari lalu

Wisatawan ke Semarang Jangan Lewatkan Cicip 7 Kuliner Khas Ini

Saat pergi ke Semarang, jangan lupa untuk menikmati sejumlah kuliner khas yang bisa menggoyang lidah.