Kriteria Ibu Sempurna buat Suami dan Anak-anak

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi anak laki-laki bercerita pada ibunya. cdn.com

    Ilustrasi anak laki-laki bercerita pada ibunya. cdn.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Ibu bekerja pasti pernah merasa tertekan dengan semua tanggung jawab di rumah dan di kantor. Kelelahan mengurus suami, anak, dan pekerjaan itu wajar dialami, asalkan ibu tahu mana prioritasnya.

    Identifikasi tugas apa yang bisa dibagi dengan suami, didelegasikan kepada asisten rumah tangga atau rekan kerja di kantor. Semua itu ibu lakukan demi tertunaikan kewajiban.

    Betapa hebatnya seorang ibu mengatur semua itu, tentu ada satu titik saat dia merasa apakah segala yang dilakukan sudah sesuai harapan? Apakah ibu sudah menjadi sosok yang sempurna di mata semua orang, khususnya suami dan anak-anak?

    Mari kita cek seperti apa kriteria ibu yang sempurna berikut ini:

    1. Bekerja
    Entah bekerja di rumah atau di kantor, sebuah studi menunjukkan bahwa ibu yang bekerja dalam waktu yang cukup cenderung memiliki kesehatan yang lebih baik, tidak mudah depresi, lebih sensitif dan bisa berpikir terbuka kepada anak-anaknya.

    2. Minta bantuan
    Minta bantuan kepada suami atau pengasuh untuk bergantian menjaga anak. Lalu gunakan waktu luang untuk merawat diri di salon, bersantai di taman, atau pergi ke tempat favorit. Dengan tubuh yang segar, maka kualitas waktu bersama anak akan lebih berharga.

    3. Bersenang-senang dengan keluarga
    Terlalu protektif dan banyak aturan kepada suami dan anak membuat ibu menjadi sering khawatir. Cobalah bersantai sedikit. Misalnya, dengan mengajak anak menonton film bersama dan makan pizza setelahnya.

    4. Jangan terobsesi menjadi sempurna
    Tidak usah merasa tersaingi dengan ibu-ibu lain yang kelihatannya mampu mengerjakan berbagai tugas. Daripada memikirkan apakah ada yang salah dalam cara kita mengasuh anak, lebih baik selalu berpikir positif. Salah satu catatan psikolog mengatakan kebahagiaan dari ibu akan menular kepada anak-anak.

    5. Menangislah
    Jika merasa sangat lelah, tidak ada salahnya untuk melepaskan emosi dengan menangis. Pada dasarnya, menangis bisa melepaskan hormon stres. Siapa tahu, setelah menangis kita bisa jadi lebih lega.

    TABLOIDBINTANG

    Berita lainnya:

    Jenis Pekerjaan Rumah buat Anak Sesuai Usia
    Pilih-pilih Sekolah Sesuai Karakter Anak Versi Psikolog 
    Menangkap Basah Anak Nonton Pornografi? Lakukan 5 Langkah Ini


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.