Spiderman: Homecoming dan Cermin Pergaulan Remaja Masa Kini

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aktor Tom Holland dalam memerankan karakter Spiderman dalam syuting film `Spider-Man: Homecoming.` Spider-Man: Homecoming dijadwalkan akan dirilis pada 7 Juli 2017 di Amerika Serikat. Sekuel film direncanakan akan dirilis pada 5 Juli 2019. (Chuck Zlotnick/Columbia Pictures-Sony via AP)

    Aktor Tom Holland dalam memerankan karakter Spiderman dalam syuting film `Spider-Man: Homecoming.` Spider-Man: Homecoming dijadwalkan akan dirilis pada 7 Juli 2017 di Amerika Serikat. Sekuel film direncanakan akan dirilis pada 5 Juli 2019. (Chuck Zlotnick/Columbia Pictures-Sony via AP)

    TEMPO.CO, Jakarta - Film Spider-Man: Homecoming telah tayang di bioskop di Indonesia. Film ini mengisahkah tentang manusia laba-laba, alter ego dari seorang bocah SMA, Peter Parker. Baca: Cerita Permak Penampilan Pacar Spiderman di Spider-Man: Homecoming

    Ini merupkan remake ketiga dari Spiderman yang dibuat dalam 15 tahun terakhir. Berbeda dengan film-film sebelumnya, usia Peter Parker dalam Spider-Man: Homecoming adalah 15 tahun. Sedangkan dalam film Spiderman yang diperankan oleh Tobey Maguire dan Andrew Garfield, sosok Spiderman digambarkan lebih dewasa.

    Dari film Spider-Man: Homecoming ini, kita bisa mempelajari seperti apa pergaulan remaja saat ini. Ada tokoh Peter Parker, diperankan oleh Tom Holland, yang merupakan murid berprestasi di Midtown School of Science and Technology. Meski pintar, Peter tidak terlalu populer di sekolahnya.

    Di sana, dia tergabung dalam tim olimpiade dan satu regu dengan Liz Allan dan Michelle Jones, yang masing-masing diperankan oleh Laura Harrier dan Zendaya Coleman. Liz Allan sebagai ketua tim olimpiade menyiapkan segala yang dibutuhkan, termasuk latihan menjawab soal, sehingga mereka akhirnya memenangkan olimpiade itu. Baca: Pernak-pernik Spider-Man: Homecoming di Ranah Fashion

    ADVERTISEMENT

    Dari tokoh Liz, kita bisa belajar bahwa anak berusia sekitar 15 tahun sudah bisa memikul tanggung jawab, meski memang ada tokoh guru pembimbing mereka. Liz Allan digambarkan sebagai kapten tim olimpiade yang disiplin, tegas, tapi ada satu kali ketika dia berbuat nakal. Yakni berenang pada malam hari sebelum besok bertanding. Ini adalah pelanggaran karena malam itu semua siswa diwajibkan berada di dalam kamar.

    Adapun Michelle mewakili remaja yang memegang prinsip dan selalu ingin tahu. Michelle menolak masuk ke Washington Monument karena dibangun oleh para budak pada masa lalu. Dia juga sengaja mengikuti kelas hukuman yang dijalani Peter Parker semata demi menggambar mimik seseorang yang sedang tertekan. Artikel lainnya: Tidak Ada Umpatan dalam Film Spider-Man: Homecoming

    Dari karakter yang dimainkan Liz Allan dan Peter Parker, tentu bumbu-bumbu cinta juga sudah ada pada remaja di usia ini. Peter yang pemalu selalu ragu untuk mengungkapkan isi hatinya kepada Liz. Sementara Liz bersikap pasif, sampai ada sinyal dari Peter sehingga mereka bisa datang ke acara malam perpisahan bersama.

    Pergaulan para remaja di film Spider-Man: Homecoming menggambarkan bagaimana perilaku remaja zaman sekarang. Mungkin hampir sama dengan apa yang terjadi di Indonesia beberapa tahun belakangan, tapi tentu sangat berbeda dengan kondisi sekitar 10 tahun lalu.

    Dari film Spider-Man: Homecoming ini juga para orang tua bisa belajar bagaimana menghadapi kondisi anak mereka yang mulai beranjak dewasa, mulai menanamkan tanggung jawab dan percaya mereka bisa melakukan tugas. Artikel terkait: Spider-Man: Homecoming, Cobaan Terberat Tom Holland adalah Thong

    GRAZIA DAILY | EGI ADYATAMA | RINI K


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Greysia / Apriyani, Dipasangkan pada 2017 hingga Juara Olimpade Tokyo 2020

    Greysia / Apriyani berhasil jadi pasangan pertama di ganda putri Indonesia yang merebut medali emas di Olimpiade Tokyo 2020 pada cabang bulu tangkis.