Hidup Sehat Kuncinya Hanya Tiga, Ongkosnya Tak Mahal

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi air mineral dan buah/gaya hidup sehat. Shutterstock.com

    Ilustrasi air mineral dan buah/gaya hidup sehat. Shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Deputi bidang Koordinasi Peningkatan Kesehatan Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Sigit Priohutomo mengatakan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) tidaklah mahal.

    Program yang masuk Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2017 ini sangat penting, apalagi faktor yang mempengaruhi sering sakitnya masyarakat, antara lain perilaku dan lingkungan. Germas mendorong adanya gaya hidup sehat. (Baca: Sayuran Digoreng atau Dikukus Waktunya Beda, Ini Detailnya)

    “Germas itu tidak mahal, kita hanya perlu melakukan aktivitas fisik, seperti olahraga, makanbuahdansayur serta mengecekkesehatan seperti mengukur tekanan darah,” ujarnya, seperti dikutip dari laman resmi Kemenko PMK, Selasa, 11 Juli 2017.

    Pihaknya juga berharap masyarakat dapat mengurangi konsumsi gula, garam, lemak dan makanan instan yang kadarnya tinggi. Indonesia, dia melanjutkan, telah mengalami perubahan kecenderungan dari sisi penyakit.

    ADVERTISEMENT

    Di bawah 2000, sekitar 49 persen penyakit di Tanah Air lebih dipengaruhi penyakit menular. Selanjutnya, pada 2015, peningkatan penyakit tidak menular lebih besar, yakni 57 persen. Penyebabnya, masyarakat lebih suka mengkonsumsi minuman berpengawet dengan kadar gula tinggi dan juga makan cepat saji, merokok, dan memiliki aktivitas fisik yang kurang. (Baca: 5 Tip Memilih Sekolah untuk Sang Buah Hati)

    BISNIS.COM


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti Istilah Kebijakan Pemerintah Atasi Covid-19, dari PSBB sampai PPKM

    Simak sejumlah istilah kebijakan penanganan pandemi Covid-19, mulai dari PSBB hingga PPKM, yang diciptakan pemerintah sejak 20 April 2020.